Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Ratusan Calon Jemaah Haji Magetan Masuk Kategori Berisiko Tinggi 

Ratusan Calon Jemaah Haji Magetan Masuk Kategori Berisiko Tinggi
Sebanyak 279 CJH Magetan jalani tes pengukuran kebugaran jasmani di Stadion Yosonegoro. IDN Times/ Riyanto.
Share Article

Magetan, IDN Times – Sebanyak 279 Calon Jemaah Haji (CJH) dari Kabupaten Magetan masuk dalam kategori berisiko tinggi. Untuk memastikan kesiapan fisik mereka sebelum berangkat ke Tanah Suci, Dinas Kesehatan Kabupaten Magetan menggelar tes pengukuran kebugaran Jljasmani di Stadion Yosonegoro pada Kamis pagi (27/2/2025).

1. Mayoritas jemaah masuk kategori berisiko tinggi

Sebanyak 279 CJH Magetan jalani tes pengukuran kebugaran jasmani di Stadion Yosonegoro. IDN Times/ Riyanto.
Sebanyak 279 CJH Magetan jalani tes pengukuran kebugaran jasmani di Stadion Yosonegoro. IDN Times/ Riyanto.

Tes ini diikuti oleh 496 CJH, terdiri dari 205 laki-laki dan 264 perempuan. Dari jumlah tersebut, 279 jemaah dikategorikan berisiko tinggi, sementara 190 lainnya masuk kategori non-risiko tinggi. Selain itu, ada tambahan 27 peserta dari pusat yang turut serta dalam uji kebugaran ini.

"Tes kebugaran ini menjadi langkah penting untuk memastikan seluruh jemaah dalam kondisi prima sebelum menunaikan ibadah haji. Dengan persiapan yang matang, diharapkan mereka dapat menjalani seluruh rangkaian ibadah dengan lancar dan sehat," ujar Ispandi, Pengelola Program Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja, dan Olahraga Dinas Kesehatan Kabupaten Magetan.

2. Dua jenis tes sesuai kategori jemaah

Sebanyak 279 CJH Magetan jalani tes pengukuran kebugaran jasmani di Stadion Yosonegoro. IDN Times/ Riyanto.
Sebanyak 279 CJH Magetan jalani tes pengukuran kebugaran jasmani di Stadion Yosonegoro. IDN Times/ Riyanto.

Dalam uji kebugaran ini, lanjutnya, metode yang digunakan berbeda antara jemaah berisiko tinggi dan non-risiko tinggi. Jemaah berisiko tinggi menjalani uji jalan selama enam menit untuk mengukur tingkat kebugaran mereka.


Jemaah non-risiko tinggi mengikuti Tes Rockport, yaitu berjalan sejauh 1.600 meter untuk mengukur daya tahan fisik mereka. Sebelum menjalani tes, seluruh peserta terlebih dahulu diperiksa tekanan darahnya untuk memastikan kondisi kesehatan mereka. Hasil tes kebugaran ini kemudian direkap oleh pendamping dari puskesmas sebelum dimasukkan ke dalam sistem aplikasi Kementerian Kesehatan.


"Nantinya, status kebugaran jemaah akan dikategorikan menjadi kurang fit, cukup fit, bagus, atau sehat. Ini akan menjadi acuan untuk menentukan kesiapan fisik mereka dalam menjalani ibadah haji," jelas Ispandi.

3. Rekomendasi kebugaran sebelum berangkat

Sebanyak 279 CJH Magetan jalani tes pengukuran kebugaran jasmani di Stadion Yosonegoro. IDN Times/ Riyanto.
Sebanyak 279 CJH Magetan jalani tes pengukuran kebugaran jasmani di Stadion Yosonegoro. IDN Times/ Riyanto.

Selain menjadi alat ukur kondisi fisik, tes ini juga memberikan rekomendasi bagi jemaah mengenai persiapan yang perlu dilakukan sebelum keberangkatan. "Rekomendasi ini mencakup berbagai hal, termasuk anjuran rutin berolahraga agar kebugaran tetap terjaga," tambah Ispandi.

Meski ada yang masuk dalam kategori berisiko tinggi, banyak jemaah yang tetap optimis. Sarnyoto (70), CJH asal Kecamatan Takeran, mengaku tetap semangat meskipun masuk dalam kuota cadangan. "Tadi tes sekitar pukul 7 pagi, jalan mengelilingi lapangan delapan putaran, cek tekanan darah, dan timbang berat badan. Di rumah saya juga rutin jalan kaki 10 putaran setiap hari," ujarnya dengan penuh semangat.

 

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Riyanto Tarah
EditorRiyanto Tarah

Latest News Jawa Timur

See More

4 Hari Koma, Staf BPN Korban Jambret di Belakang Grand City Tutup Usia

07 Jun 2026, 11:11 WIBNews