Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Jatim dan BNPB Siaga Mitigasi Kemarau Ekstrem dan Karhutla 2026

Jatim dan BNPB Siaga Mitigasi Kemarau Ekstrem dan Karhutla 2026
BNPB dan Pemprov Jatim usai rakor mitigasi bencana hidrometeorologi kering, Jumat (27/3/2026). (IDN Times/Khusnul Hasana)
Intinya Sih
  • Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan BNPB menyiapkan langkah mitigasi menghadapi kemarau ekstrem 2026 yang diprediksi mulai April dan mencapai puncak pada Agustus, termasuk ancaman karhutla dan kekeringan.
  • BNPB memperkuat satgas darat, menyiagakan peralatan pemadam serta helikopter water boombing di beberapa titik strategis untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan di wilayah Jatim.
  • Pemprov Jatim bersama BNPB menyiapkan sumur irigasi, aliran air ke daerah kering, hingga modifikasi cuaca guna menjaga produksi pertanian agar tetap stabil selama musim kemarau.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Surabaya, IDN Times - Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyiapkan langkah mitigasi menghadapi musim kemarau ekstrem yang diprediksi mulai terjadi pada April dan mencapai puncaknya pada Agustus 2026. Berbagai hal pun disiapkan.

Kepala BNPB, Letjen TNI dr. Suharyanto, mengatakan, potensi bencana alam di Jatim yang diwaspadai adalah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), seperti di Gunung Arjuno, Bromo hingga Lawu. Selain itu kekeringan air juga menjadi perhatian khusus.

"Luasnya wilayah, makanya bukan sesuatu yang berlebihan apabila hari ini kami BNPB dengan Provinsi Jawa Timur meningkatkan kesiapan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi musim kemarau atau musim kekeringan," ujarnya usai rapat kordinasi di Gedung Negara Grahadi, Jumat (27/3/2026).

Dalam upaya mitigasi terjadinya karhutla, pihaknya akan melakukan penguatan satgas darat yang berkolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari pemerintah desa hingga provinsi. Segala peralatan pemadam kebakaran pun telah disiagakan.

"Tadi sepakat Ibu Gubernur segera akan menggelar apel di semua kabupaten/kota termasuk juga peralatan-peralatan yang dibutuhkan," ungkap dia.

Helikopter khusus untuk membantu water boombing memadamkan karhutla juga segera disiapkan. Setidaknya ada sekitar 50 unit helikopter disiagakan untuk menghadapi El Nino di seluruh Indonesia.

"Nah, ini juga menjadi catatan kami. Kalau nanti eskalasi cuacanya sudah meningkat, tentu saja kami akan siagakan pesawat untuk water boombing-nya. Paling tidak di Iswayudi, Madiun atau di Juanda, Surabaya. Seperti itu," jelasnya.

Kemudian untuk mengatasi bencana kekeringan air, pihaknya akan membatu membuat sumur. Upaya mengalirkan air dari sumber ke daerah kekeringan juga akan dilakukan.

"Yang ketiga kalau memang diperlukan ada operasi modifikasi cuaca untuk mengisi embung-embung," sebutnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, diperkirakan April, sejumlah darah di Jatim mulai mulai menghadapi musim kemarau. Kemarau akan terus terjadi hingga puncaknya pada Agustus 2026 nanti

" Bahkan juga hari ini di Tuban juga ada daerah yang mengalami kekeringan. Nanti akan terus meningkat di bulan Mei dan sampai Agustus ini prediksi dari BMKG ini puncak kekeringan," ujar Khofifah.

Berbagai upaya akan dilakukan Pemprov Jatim dan BNPB agar musim kemarau tidak mempengaruhi hasil pertanian, utamanya beras. Mengingat Jatim merupakan lumbung pangan nasional.

"Sebagai lumbung pangan nasional, tentu kita berharap produksi padi dan beras kita tetap menjadi bagian dari andalan Indonesia lah," terangnya.

Untuk mengantisipasi kekeringan, pihaknya bersama instansi terkait akan menyiapkan sumur irigasi. Hal ini sebagai upaya menstabilkan hasil panen di Jatim.

"Untuk tanam padi karena ini ada kaitan dengan suplai air. Maka menyiapkan sumur-sumur dalam untuk bisa melakukan irigasi di sawah-sawah supaya indeks pertanaman kita itu tidak turun," pungkasnya.

Share
Topics
Editorial Team
Zumrotul Abidin
EditorZumrotul Abidin
Follow Us

Latest News Jawa Timur

See More