Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Jatanras Polda Jatim Bongkar Sindikat Ranmor, Ada Bahan Peledak
Penyidik saat memperlihatkan hasil pendalaman bahan peledak milik tersangka curanmor. Dok. Jatanras Polda Jatim.
  • Unit Jatanras Polda Jatim membongkar sindikat pencurian kendaraan bermotor di Pasuruan dan menangkap tiga tersangka berinisial MF, AL, serta M.
  • Ketiga tersangka memiliki peran berbeda: MF mengamati lokasi, AL merusak kunci motor dengan kunci T, dan M menjadi penadah hasil curian.
  • Dalam penggerebekan, polisi menyita tiga motor curian serta menemukan 3 kilogram bubuk mesiu dan belerang yang diduga untuk meracik petasan atau bondet.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Surabaya, IDN Times - Unit III Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jawa Timur (Jatim) membongkar sindikat pencurian kendaraan bermotor (ranmor) yang beroperasi di wilayah Pasuruan. Tiga orang tersangka berinisial MF, AL, dan M, seluruhnya warga Kota Pasuruan, telah ditangkap.

Panit II Unit III Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, Iptu Ario Senopati Joyonegoro mengatakan, pengungkapan berawal dari laporan pencurian sepeda motor di salah satu desa di Pasuruan. Dari laporan itu, polisi lebih dulu menangkap dua pelaku utama, MF dan AL.

“Dari hasil pemeriksaan, keduanya mengaku menjual motor hasil curian kepada penadah berinisial M,” ujar Ario, Minggu (3/5/2026).

Berdasarkan pengakuan tersebut, petugas kemudian bergerak dan menangkap M di rumahnya. Dari lokasi itu, polisi menemukan sejumlah sepeda motor hasil curian.

Ario menjelaskan, ketiga tersangka memiliki peran berbeda dalam menjalankan aksinya. MF bertugas mengamati situasi dan lokasi sasaran, sementara AL berperan merusak sistem pengamanan kendaraan menggunakan kunci T.

“Setelah berhasil mengambil kendaraan, motor langsung dibawa dan dijual ke tersangka M,” tegasnya.

Dalam pengungkapan ini, polisi menyita barang bukti berupa dua kunci T dan tiga unit sepeda motor hasil curian, masing-masing jenis Honda Revo, Honda Beat, dan Honda Scoopy.

Tak hanya itu, polisi juga menemukan bahan berbahaya berupa bubuk mesiu dan belerang dengan berat total sekitar 3 kilogram. Temuan ini masih didalami oleh penyidik.

“Ada bahan peledak berupa belerang dan bubuk mesiu sekitar 3 kilogram. Ini masih kami dalami, termasuk asal-usul dan rencana penggunaannya,” kata Ario.

Sehari setelah pengungkapan, penyidik kembali melakukan pendalaman terkait temuan tersebut. Polisi menduga dua tersangka utama, MF dan AL, kerap meracik bahan tersebut untuk membuat petasan atau bom bondet.

“Kami menduga kuat bahan itu digunakan untuk meracik petasan maupun bondet. Namun ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut,” bebernya.

Meski demikian, Ario menyebut para tersangka mengaku tidak pernah menggunakan bahan tersebut untuk melukai korban. Polisi menegaskan, seluruh pengakuan masih akan diuji melalui proses penyidikan lanjutan.

“Pengakuan itu masih kami dalami. Fakta-fakta akan kami ungkap dalam proses penyidikan berikutnya,” pungkasnya.

Editorial Team