Isu Demo Besar dan Kerusuhan, Pemprov Jatim Bilang Saat Ini Aman

- Pemprov Jawa Timur memastikan situasi aman dan kondusif di tengah isu demonstrasi besar, kerusuhan, serta ancaman pembakaran pusat perbelanjaan di Surabaya.
- Pemerintah bersama Forkopimda, TNI, Polri, dan pemangku kepentingan terus memantau situasi serta berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Digital menangani konten hoaks.
- Pemprov menegaskan pengamanan dan pagar di sejumlah mal bukan terkait ancaman kerusuhan, melainkan pemeliharaan; warga diminta tetap beraktivitas dan memverifikasi informasi media sosial.
Surabaya, IDN Times – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) memastikan isu rencana demonstrasi besar yang disebut-sebut berpotensi ricuh hingga kabar ancaman pembakaran sejumlah pusat perbelanjaan di Surabaya merupakan informasi yang tidak perlu membuat masyarakat panik. Pemprov meminta warga tidak mudah percaya pada informasi yang beredar di media sosial tanpa verifikasi.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Jatim, Eddy Supriyanto mengatakan, pemerintah bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) terus memantau perkembangan situasi sekaligus mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan.
"Yang pertama, kita memang harus selalu waspada terhadap situasi apa pun. Tetapi yang harus kami sampaikan kepada publik, saat ini Jawa Timur aman dan kondusif. Forkopimda, TNI, Polri, pemerintah daerah, dan seluruh stakeholder tetap solid menjaga keamanan," ujarnya, Selasa (4/8/2026).
Eddy mengakui ada sejumlah kelompok yang menyebarkan informasi menyesatkan atau hoaks di media sosial, termasuk isu yang memicu keresahan masyarakat. Karena itu, pemerintah terus berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Digital untuk melakukan penindakan terhadap konten bermasalah.
Menurutnya, dari hasil pemantauan, laporan konten hoaks dari Jawa Timur yang dikirim ke pemerintah pusat bahkan pernah mencapai ribuan unggahan. "Pernah sampai ribuan yang kami laporkan ke Kementerian untuk ditakedown. Isinya bermacam-macam, mulai video hoaks, ujaran kebencian, sampai informasi yang menyesatkan," bebernya.
Salah satu isu yang ramai diperbincangkan adalah kabar ancaman pembakaran pusat perbelanjaan, khususnya mal yang dikelola Pakuwon Group. Eddy menegaskan informasi tersebut tidak benar.
Ia menjelaskan pemasangan pagar maupun pengamanan di sejumlah mal bukan karena adanya ancaman demonstrasi atau kerusuhan, melainkan bagian dari kegiatan pemeliharaan yang telah dijelaskan oleh pihak pengelola.
"Kemarin sudah dijelaskan oleh pihak Pakuwon bahwa itu merupakan bagian dari pemeliharaan. Kami ingin menyampaikan kepada masyarakat bahwa Jawa Timur tetap aman, nyaman, dan kondusif," katanya.
Eddy meminta masyarakat tidak terprovokasi narasi yang sengaja dibangun melalui media sosial untuk menciptakan kepanikan. "Masyarakat jangan sampai khawatir. Tetap beraktivitas seperti biasa dan jangan mudah terprovokasi informasi hoaks yang beredar di media sosial," pungkasnya.



















