Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Hujan di Surabaya Datang Lebih Cepat, BPBD Antisipasi Bencana

Hujan di Surabaya Datang Lebih Cepat, BPBD Antisipasi Bencana
Ilustrasi payung saat hujan turun (unsplash.com/Freddie Marriage)
Share Article

Surabaya, IDN Times - Kota Surabaya telah memasuki musim hujan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya pun melakukan antisipasi untuk menghadapi bencana hidrometeorologi. Kepala BPBD Kota Surabaya, Agus Hebi Djuniantoro mengatakan, pihaknya saat ini tengah berkordinasi dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terkait perubahan musim. Hal ini untuk mengantisipasi bencana alam yang akan terjadi di Kota Surabaya 

"(Kordinasi) yang pertama BMKG, fenomena-fenomena alam yang berubah, dimana bisa mempengaruhi prakiraan yang sudah diprediksi, kita akan kordinasikan," ujar Hebi, Senin (21/10/2024). 

Hebi menyebut, berdasarkan kordinasinya dengan BMKG, BMKG memprediksi awal musim hujan di Kota Surabaya terjadi pada bulan November. Ternyata, awal musim hujan telah dimulai pada Okteober mingg ketiga. "Sekarang belum November sudah hujan. Dan ini fenomena apa yang terjadi, sehingga kita bisa mengantisipasi," jelas Hebi. 

Selain itu, BPBD juga akan berkoordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mengantisipasi dampak dari bencana hidrometeorologi. Seperti misalnya berkordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk perantingan. 

"Kita kordinasikan dengan DLH, untuk merapikan pohon, kalau ada puting beliung bisa diantisipasi. Karena untuk hidrometeorologi basah itu tidak hanya pohon saja, rumah juga bisa bisa ambrol kalau kena hujan dan angin," pungkas dia. 

Seperti diketahui, BMKG Juanda memprediksi awal musim hujan 2024/2025 untuk Kota Surabaya terjadi pada awal November 2024. Namun ternyata musim hujan datang lebih awal, yakni pada minggu ketiga bulan Oktober. 

BMKG mengimbau Pemerintah Daerah/Kota di Provinsi Jawa Timur, institusi terkait dan seluruh masyarakat untuk lebih siap dan antisipatif terhadap potensi terjadinya cuaca ekstrem pada masa peralihan dan selama periode musim hujan 2024/2025 yang berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologis seperti banjir bandang, longsor, sedimentasi waduk, serta perlunya kesiapan inspeksi struktur bangunan dan jaringan.

Pemerintah Daerah diharapkan dapat lebih optimal dalam mengedukasi masyarakat tentang cara menghadapi resiko bencana yang berpotensi terjadi selama periode musim hujan serta pentingnya memperhatikan peringatan dini.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Khusnul Hasana
EditorKhusnul Hasana

Latest News Jawa Timur

See More

KontraS: Mahasiswa hingga Penjual Kopi Ditangkap Saat Aksi di Surabaya

27 Jun 2026, 10:48 WIBNews