Hari Perempuan Internasional, Khofifah Tekankan Ini

- Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menegaskan pentingnya perlindungan dan pemberdayaan perempuan agar berperan optimal dalam pembangunan, bertepatan dengan peringatan Hari Perempuan Internasional 2026.
- Indeks Pembangunan Gender Jatim mencapai 92,19 dan Indeks Ketimpangan Gender turun menjadi 0,347 pada 2024, menunjukkan kemajuan signifikan dibanding rata-rata nasional.
- Pemprov Jatim memperkuat kebijakan perlindungan perempuan melalui UPTD PPA dan Puspaga, sekaligus mendorong peningkatan kapasitas serta kemandirian ekonomi perempuan di berbagai sektor.
Surabaya, IDN Times - Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa menegaskan pentingnya penguatan perlindungan serta pemberdayaan perempuan agar dapat berperan lebih optimal dalam pembangunan daerah maupun nasional. Hal tersebut disampaikannya bertepatan dengan peringatan Hari Perempuan Internasional (International Women’s Day) 2026, Minggu (8/3/2026).
Menurut Khofifah, perempuan memiliki peran strategis dalam pembangunan, terlebih dengan komposisi jumlah penduduk perempuan di Jawa Timur yang sangat besar. “Jumlah penduduk Jawa Timur pada semester II tahun 2025 mencapai 42.226.212 jiwa dengan rasio perempuan sekitar 50,15 persen atau 21.179.156 jiwa. Ini menjadi kekuatan besar sekaligus tantangan dalam pembangunan daerah,” ujarnya.
Khofifah menjelaskan, sejumlah indikator pembangunan gender di Jawa Timur menunjukkan tren positif. Indeks Pembangunan Gender (IPG) Jatim pada 2024 tercatat sebesar 92,19, lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional yang berada di angka 91,85.
Selain itu, Indeks Ketimpangan Gender (IKG) Jatim juga mengalami perbaikan signifikan. Pada 2024, angka IKG tercatat turun menjadi 0,347 dari sebelumnya 0,423 pada 2023. “Angka ini berada di bawah rata-rata nasional sebesar 0,421 dan menempatkan Jawa Timur sebagai salah satu provinsi dengan tingkat ketimpangan gender terendah di Indonesia,” jelasnya.
Khofifah menambahkan, keterwakilan perempuan di lembaga legislatif Jawa Timur saat ini telah mencapai sekitar 20 persen. Sementara partisipasi perempuan dalam angkatan kerja tercatat sebesar 60,64 persen.
Meski berbagai indikator menunjukkan perkembangan positif, ia menilai masih terdapat sejumlah tantangan yang harus dihadapi bersama. Di antaranya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, pernikahan anak, hingga persoalan stunting.
“Peningkatan kualitas hidup perempuan harus terus menjadi perhatian bersama. Karena perempuan bukan hanya penerima manfaat pembangunan, tetapi juga pelaku utama pembangunan,” tegasnya.
Untuk itu, Pemprov Jatim terus memperkuat kebijakan perlindungan perempuan melalui berbagai program, seperti penguatan Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) serta Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) di berbagai daerah.
Menurut Khofifah, langkah tersebut penting untuk memastikan perempuan mendapatkan perlindungan, dukungan, serta kesempatan yang setara dalam berbagai aspek kehidupan.
Hari Perempuan Internasional sendiri diperingati setiap 8 Maret sebagai momentum global untuk menyoroti perjuangan perempuan dan pentingnya kesetaraan gender.
Mengutip UN Women, tema Hari Perempuan Internasional 2026 adalah “Rights. Justice. Action. For All Women and Girls”, yang menekankan pentingnya pemenuhan hak, keadilan, serta aksi nyata bagi seluruh perempuan dan anak perempuan.
Khofifah berharap momentum tersebut dapat memperkuat komitmen seluruh pihak dalam mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan.
“Momentum Hari Perempuan Internasional harus menjadi pengingat bahwa kita semua memiliki tanggung jawab untuk memastikan perempuan dan anak mendapatkan hak, perlindungan, kesempatan, dan ruang yang adil dalam pembangunan,” ujarnya.
Ia pun berharap perempuan di Jawa Timur terus meningkatkan kapasitas dan kemandirian ekonomi sehingga dapat berkontribusi aktif dalam pembangunan. “Perempuan adalah pilar penting dalam keluarga, masyarakat, dan pembangunan bangsa. Ketika perempuan maju dan berdaya, maka bangsa ini juga akan semakin kuat,” pungkas Khofifah.


















