Bromo Ditutup Akibat Karhutla, Jembatan Kaca Seruni Point Masih Buka

- Karhutla di Gunung Bromo meluas hingga 520 hektare dan mengarah ke Kabupaten Probolinggo, sehingga BB TNBTS menutup total kawasan Gunung Bromo.
- Jembatan Kaca Seruni, Puncak Seruni Point, dan Terminal Wisata Seruni Point di Probolinggo masih dibuka karena belum terdampak kebakaran.
- Disporapar Probolinggo terus memantau karhutla dan dapat menutup atau membatasi kunjungan wisata sewaktu-waktu demi keamanan wisatawan.
Probolinggo, IDN Times - Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Gunung Bromo terus meluas hingga 520 hektare, api dilaporkan mengarah ke wilayah Kabupaten Probolinggo. Hal ini membuat Balai Besar (BB) Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) harus menutup total Gunung Bromo.
1. Jembatan Kaca Seruni tetap dibuka meskipun api terus mengarah ke wilayah Probolinggo

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Probolinggo, Heri Mulyadi menyampaikan jika kawasan Seruni Point di Kecamatan Puspo, Kabupaten Probolinggo masih belum terdampak api karhutla. Oleh karena itu, Jembatan Kaca Seruni dan Terminal Seruni Point masih tetap dibuka untuk wisatawan.
"Untuk wilayah Kabupaten Probolinggo yang meliputi Jembatan Kaca Bromo, Puncak Seruni Point dan Terminal Wisata Seruni Point sampai hari ini masih aman untuk dikunjungi. Destinasi wisata di wilayah Kabupaten Probolinggo masih memungkinkan untuk dikunjungi wisatawan," terangnya pada Senin (10/8/2026).
2. Jembatan Kaca Seruni bisa ditutup sewaktu-waktu jika api terus meluas

Meskipun kawasan Seruni Point masih aman, Heri tetap mewanti-wanti wisatawan dan pengelola tetap waspada. Pasalnya tidak menutup kemungkinan dampak karhutla mencapai wilayah Kabupaten Probolinggo.
"Sampai saat ini, kamu terus melakukan pemantauan kondisi karhutla. Jadi bisa jadi sewaktu-waktu (Jembatan Kaca Seruni) ditutup demi keamanan dan kenyamanan wisatawan," tegasnya.
3. Disporapar Kabupaten Probolinggo memastikan akan mengedepankan keamanan

Lebih lanjut, Heri menegaskan kalau Disporapar Kabupaten Probolinggo bersama pihak terkait akan terus memantau perkembangan karhutla. Pasalnya faktor keamanan menjadi pertimbangan utama dalam menentukan kebijakan terkait aktivitas kunjungan wisatawan di sejumlah destinasi yang berada di wilayah Kabupaten Probolinggo.
"Apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, secara otomatis tentu kita akan melakukan upaya-upaya pembatasan apabila kejadiannya lebih mengarah kepada objek wisata yang ada di wilayah Kabupaten Probolinggo," pungkasnya.



















