Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Api Terus Hanguskan Gunung Bromo, Kini Capai 742 Hektare

Kab. Malang
Api Terus Hanguskan Gunung Bromo, Kini Capai 742 Hektare
Upaya pemadaman karhutla di Gunung Bromo. (Dok. BPBD Kabupaten Malang)
  • Kebakaran hutan dan lahan di Gunung Bromo telah meluas hingga 742 hektare dan belum sepenuhnya padam, berdasarkan pembaruan BPBD Jawa Timur.
  • Pemadaman melibatkan tiga helikopter, drone, mobil damkar, serta tim gabungan; water bombing telah menjatuhkan 24 ribu liter air dari Ranupani dan Ranu Regulo.
  • Tiga titik api masih terpantau di Pakis Bincil Dingklik, Penanjakan, dan P30, dengan angin kencang, medan terjal, kabut, serta asap tebal menghambat operasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Malang, IDN Times - Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Gunung Bromo terus meluas dan belum bisa diatasi. Helikopter milik TNI AL dan BNPB telah diterjunkan untuk melakukan water boombing, tapi titik api belum berhasil dipadamkan sepenuhnya.

  1. 1. BPBD Jatim sebut karhutla di Gunung Bromo kini capai 742 hektare

    Kebakaran hutan dan lahan di kawasan Gunung Bromo meluas, membakar area vegetasi di sekitar pegunungan.
    Karhutla di Gunung Bromo semakin meluas. (Dok. BB TNBTS)

    Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur, Gatot Soebroto menyampaikan Karhutla di Gunung Bromo kini telah mencapai 742 hektare. Saat ini, proses pemadaman terus dilakukan dengan menggunakan 3 helikopter, 1 drone, dan 8 unit mobil pemadam kebakaran. Sementara tim yang terlibat diantaranya Damkar Kota Surabaya, BPBD Mojokerto, BPBD Pasuruan, BPBD Probolinggo, BPBD Lumajang, BPBD Malang, dan BPBD Provinsi Jawa Timur.

    "Dukungan dari BNPB sebanyak 2 unit helikopter dan saat ini terus berjalan, ditambah 1 helikopter dari Pemprov Jatim. Pastinya, dukungan dari tim darat (TNI, Polri, TNBTS, dan beberapa relawan) terus bersinergi untuk melakukan pemadaman," terangnya pada Senin (10/8/2026). Ia juga menjelaskan kalau operasi water bombing lebih difokuskan pada area B30 di daerah Dingklik yang terletak di wilayah Kabupaten Pasuruan. Kemudian juga daerah-daerah yang masih berpotensi memunculkan titik api yang terlihat dari adanya kepulan asap.

  2. 2. Water boombing di Gunung Bromo telah menerjunkan 24 ribu liter air

    Helikopter mengambil air dari sumber air untuk operasi water bombing kebakaran hutan dan lahan di kawasan Gunung Bromo.
    Pengambilan air oleh helikopter untuk water boombing karhutla di Gunung Bromo. (Dok. BPBD Kabupaten Malang)

    Gatot juga mengungkapkan jika water boombing pada hari ini telah menggunakan sebanyak 24 ribu liter air yang diambil dari Ranupani dan Ranu Regulo. Pelaksanaan water bombing ini menyesuaikan dengan kondisi cuaca, khususnya visibility dan kecepatan angin, serta memperhatikan aspek keselamatan penerbangan. Dukungan pemadaman darat, pemantauan titik api menggunakan drone dan pesawat cassa, serta dukungan logistik dan refueling terus dikoordinasikan untuk mendukung percepatan penanganan kebakaran.

    "Jadi untuk pelaksanaan refueling (pengisian bahan bakar) helikopter akan dilakukan di Ranupani dan Ranu Regulo guna meningkatkan efektivitas pelaksanaan water bombing, menjaga keselamatan crew, dan mendukung keberlanjutan operasi. Kemudian dengan dukungan distribusi bahan bakar di Ranupani sepenuhnya menjadi tanggung jawab BPBD Provinsi Jawa Timur," jelasnya.

  3. 3. BPBD Jatim sebut angin kencang dan medan terjal jadi kendala pemadaman

    Petugas BPBD Kabupaten Malang melakukan operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Gunung Bromo.
    Operasi pemadaman karhutla di Gunung Bromo. (Dok. BPBD Kabupaten Malang)

    Lebih lanjut, Gatot mengungkapkan jika 3 titik api masih berada di Pakis Bincil Dingklik, Area Penanjakan, dan Area P30. Kemudian cuaca cerah berawan dengan dengan arah angin menuju timur laut dengan kecepatan kurang dari 5 km/jam.

    "Angin yang cukup kencang membuat api semakin cepat menjalar. Lalu medan yang terjal sehingga menyulitkan tim pemadam manual untuk menjangkau titik api. Selain itu, kabut dan kepulan asap yang cukup tebal mempengaruhi visibilitas unit helikopter dalam operasi water boombing," pungkasnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More