Karhutla Bromo Meluas 550 Hektare, Kini Mengarah ke Permukiman Warga

- Karhutla di kawasan Gunung Bromo telah membakar sekitar 550 hektare per 10 Agustus 2026, naik dari laporan sebelumnya 520 hektare; pendataan masih berlangsung.
- Api dari titik P30 merembet menuju permukiman warga, sementara kebakaran di Lembah Dingklik terlihat cukup besar. Vegetasi yang terbakar meliputi cemara gunung, mentigen, akasia, dan semak.
- Belum ada korban jiwa dilaporkan. Seluruh akses wisata Gunung Bromo ditutup sejak 8 Agustus 2026 tanpa batas waktu untuk mendukung pemadaman dan keselamatan wisatawan.
Probolinggo, IDN Times - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo, kian mengkhawatirkan. Api yang telah melahap sekitar 550 hektare kini dilaporkan merembet dari kawasan P30 dan mulai mengarah ke permukiman warga.
Perkembangan tersebut dilaporkan BPBD Jawa Timur (Jatim) pada Senin (10/8/2026) pukul 06.00 WIB. Luasan area terbakar meningkat dari laporan sebelumnya yang mencapai sekitar 520 hektare.
Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Jatim, Satriyo Nurseno mengatakan, pendataan luas kebakaran masih berlangsung sehingga angka tersebut masih berpotensi bertambah.
“Luas area terbakar kurang lebih 550 hektare. Data berkembang dalam proses pendataan ulang,” ujar Satriyo dalam laporannya, Senin (10/8/2026).
Kondisi di lapangan semakin berat karena titik api di P30 bergerak mendekati kawasan permukiman. Selain itu, api di Lembah Dingklik dilaporkan terlihat cukup besar.
“Kondisi saat ini api yang berada di P30 telah merembet hingga mengarah ke pemukiman warga serta api yang berada di lembah Dingklik terlihat cukup besar,” katanya.
Kebakaran yang terjadi sejak Senin (3/8/2026) sekitar pukul 17.00 WIB tersebut telah membakar sejumlah vegetasi, mulai dari cemara gunung, mentigen, akasia hingga semak belukar.
Meski api terus meluas, hingga laporan terbaru belum ada korban jiwa akibat kejadian tersebut.
Untuk mengantisipasi meluasnya kebakaran, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) masih menutup seluruh akses wisata ke kawasan Gunung Bromo.
Penutupan berlaku sejak Sabtu (8/8/2026) pukul 22.00 WIB hingga batas waktu yang belum ditentukan. Langkah tersebut dilakukan untuk mendukung proses pemadaman sekaligus menjaga keselamatan wisatawan.


















