Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Diduga Sengaja, Hutan Jati di Gunung Bungkuk Magetan Terbakar

Kab. Magetan
Diduga Sengaja, Hutan Jati di Gunung Bungkuk Magetan Terbakar
Hutan jati di Gunung Bungkuk Kecamatan Parang terbakar. IDN Times/Istimewa.
Intinya Sih
  • Hutan jati Gunung Bungkuk, Magetan, terbakar Minggu sore setelah api dari Parang Hill diduga terkait pembakaran lahan, lalu merembet akibat angin kencang.
  • Api membakar dedaunan kering dan semak di bawah pohon jati pada dua titik, namun tidak mencapai permukiman maupun tanaman pertanian warga.
  • Tim gabungan memadamkan api secara manual karena medan pegunungan sulit dijangkau air; peristiwa ini menjadi kebakaran hutan pertama di Magetan tahun ini.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Magetan, IDN TimesHutan jati di kawasan Gunung Bungkuk, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, kembali terbakar setelah tiga tahun aman dari kebakaran. Api yang muncul Minggu (9/8/2026) sore diduga berawal dari aktivitas pembakaran lahan yang kemudian merembet ke kawasan hutan.

Tiupan angin kencang membuat api cepat menjalar. Kobaran bahkan muncul di dua titik dan bergerak dari kawasan Parang Hill, Desa Mategal, menuju wilayah Desa Bungkuk.

Tim gabungan pun harus berjibaku memadamkan api secara manual lantaran lokasi berada di kawasan pegunungan yang sulit dijangkau kendaraan dan sumber air.

1. Api diduga dari pembakaran lahan

Istimewa
Hutan jati di Gunung Bungkuk Kecamatan Parang terbakar. IDN Times/Istimewa.

Kepala Desa Bungkuk, Munirul Ichwan, mengatakan api pertama kali diketahui sekitar pukul 17.00 WIB. Kobaran terlihat berasal dari wilayah Parang Hill, Desa Mategal.

Menurutnya, ada kemungkinan api bermula dari aktivitas masyarakat yang sengaja membakar lahan untuk persiapan bercocok tanam.

“Mungkin masyarakat ingin membakar wilayahnya agar nanti bisa ditanami. Tapi ternyata tidak berpikir dampaknya, malah merembet ke wilayah lain,” ungkap Ichwan.

Namun, Ichwan menegaskan dugaan tersebut belum bisa dipastikan. Pemerintah desa masih akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran.

Api kemudian merembet menuju kawasan hutan jati di wilayah Bungkuk setelah diterpa angin kencang.

“Mulai sore hari, kurang lebih sekitar jam lima. Api dari wilayah Paranghil Mategal merembet ke wilayahnya karena tiupan angin kencang,” kata Ichwan.

2. Dedaunan kering mudah terbakar

Istimewa
Hutan jati di Gunung Bungkuk Kecamatan Parang terbakar. IDN Times/Istimewa.

Kobaran api membakar dedaunan kering dan semak di bawah tegakan pohon jati. Kondisi vegetasi yang kering ditambah angin membuat api lebih mudah bergerak.

Beruntung, kobaran tidak sampai menyasar permukiman maupun tanaman pertanian warga.

“Yang terbakar dedaunan kering pohon jati dan semak ya. Tanaman petani dan permukiman aman,” ujarnya.

Meski tidak sampai masuk permukiman, kebakaran tetap menjadi perhatian karena berada di kawasan hutan pegunungan.

3. Petugas kesulitan padamkan dengan air

Istimewa
Hutan jati di Gunung Bungkuk Kecamatan Parang terbakar. IDN Times/Istimewa.

Kepala Pelaksana BPBD Magetan, Eka Raditya, mengatakan laporan kebakaran diterima sekitar pukul 18.30 WIB. Petugas kemudian melakukan asesmen dan mengerahkan personel ke lokasi.

“Sekitar pukul 18.30 WIB ada laporan terkait munculnya titik api di Gunung Bungkuk. Ada dua titik, kemudian kami lakukan asesmen dan pengerahan personel,” kata Eka.

Penanganan dilakukan bersama Destana, TNI-Polri, relawan, dan PMI. Satu titik api berhasil dipadamkan.

Namun, pemadaman tidak mudah dilakukan. Medan pegunungan yang jauh dari akses kendaraan membuat petugas kesulitan membawa air ke lokasi. “Kalau kebakaran di hutan, apalagi di gunung, salah satu kendalanya jauh dari jangkauan. Tidak mungkin dilakukan pemadaman langsung menggunakan air,” jelas Eka.

Petugas akhirnya menggunakan metode manual dengan memukul api sekaligus melokalisasi titik kobaran agar tidak semakin merembet.

4. Jadi kebakaran hutan pertama di Magetan tahun ini

Istimewa
Hutan jati di Gunung Bungkuk Kecamatan Parang terbakar. IDN Times/Istimewa.

BPBD Magetan mencatat kebakaran di Gunung Bungkuk menjadi kejadian kebakaran hutan pertama yang terjadi sepanjang tahun ini. Sebelumnya, terdapat sekitar 50 kejadian kebakaran di Magetan. Namun, mayoritas terjadi di kawasan lahan dan bukan hutan.

“Kalau yang kemarin itu ada sekitar 50-an kebakaran, mayoritas di lahan. Untuk yang hutan ini baru yang pertama,” ujar Eka.

Kondisi tersebut membuat BPBD meningkatkan kewaspadaan, terutama menghadapi cuaca kering dan angin yang berpotensi mempercepat penyebaran api.

Personel, peralatan, dan logistik disiapkan untuk mengantisipasi kebakaran kembali terjadi.

“Beberapa hari ke depan tentu kami harus lebih bersiaga lagi, menyiapkan personel, peralatan dan logistik serta sistem penanganan yang benar-benar terintegrasi dengan baik,” pungkas Eka.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More