Banjir Kepung Surabaya, Sejumlah Motor Warga Mogok

- Hujan deras sejak dini hari menyebabkan banjir di Surabaya dengan ketinggian air mencapai 10 hingga 50 sentimeter di sembilan titik berbeda.
- Seorang warga bernama Jumadi mengalami motornya mogok dua kali saat melintasi genangan air di wilayah Nginden dan Semampir, sehingga aktivitasnya terganggu.
- BPBD dan Dinas Sumber Daya Air serta Bina Marga Surabaya melakukan penanganan cepat untuk mempercepat surutnya genangan, sambil menangani pohon tumbang dan rumah rusak akibat hujan.
Surabaya, IDN Times - Surabaya kembali dikepung banjir pada Selasa (23/6/2026). Genangan air yang muncul di sejumlah titik tak hanya menghambat aktivitas warga, tetapi juga menyebabkan beberapa kendaraan roda dua mogok saat melintas.
Banjir terjadi setelah hujan deras mengguyur Kota Surabaya sejak dini hari. Hingga pukul 07.00 WIB, hujan masih turun di beberapa wilayah.
Pantauan IDN Times, genangan air salah satunya terjadi di kawasan Raya Semampir hingga Nginden. Ketinggian air diperkirakan mencapai sekitar 30 sentimeter. Kondisi tersebut membuat pengendara harus melaju perlahan untuk menghindari kendaraan mogok.
Salah seorang warga, Jumadi (65), mengaku motornya mogok hingga dua kali saat melintasi genangan di kawasan Nginden dan Semampir.
"Motor saya mogok sampai dua kali. Saya sampai harus mendorong motor kurang lebih satu kilometer," ujar Jumadi kepada IDN Times.
Akibat kejadian tersebut, aktivitas Jumadi pun terganggu. Ia terpaksa berjalan kaki sambil mendorong motornya menuju lokasi yang lebih kering sebelum mencoba menyalakan kendaraan kembali.
"Saya tadi menunggu motor kering dulu supaya bisa nyala lagi. Nunggunya lumayan lama," katanya.
Sebelumnya, Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan BPBD Kota Surabaya, Linda Novanti, mengatakan sedikitnya terdapat sembilan titik banjir di Surabaya pada Selasa pagi. Titik genangan berada di Jalan Tengger Kandangan, Taman Panjang Jiwo, Karangan, Simo Kalangan, Manyar Rejo, Jalan Imam Bonjol, dan Raya Kendangsari.
"Ketinggian genangan bervariasi antara 10 hingga 50 sentimeter," kata Linda.
Menurut Linda, genangan terjadi akibat hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang mengguyur Surabaya sejak dini hari.
"Awal genangan di beberapa lokasi mulai tercatat sekitar pukul 02.34 WIB," ujarnya.
Saat ini, tim dari Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya tengah melakukan penanganan untuk mempercepat surutnya genangan. Sementara itu, BPBD terus memantau perkembangan ketinggian air di sejumlah titik terdampak.
Selain menyebabkan banjir, hujan deras juga mengakibatkan satu pohon tumbang dan satu rumah mengalami kerusakan.
"Pohon tumbang terjadi di Jalan Diponegoro, sedangkan rumah rusak berada di Jalan Kalijudan. Kedua kejadian tersebut sudah ditangani," pungkas Linda.

















