Yayuk pemilik usaha warung nasi ini pilih tutup warung. IDN Times/ Riyanto
Seperti warung Yayuk di kelurahan Tambran Kecamatan Magetan Kota Kabupaten Magetan ini misalnya. Dia harus pontang panting untuk mendapatkan tabung gas 3 kilogram agar tetap bisa berjualan. Namun usahanya sia sia, sudah berapa puluh toko, kios dan pangkalan Ia datangi namun tak mendapat gas yang dibutuhkan.
"Saya sudah ke kecamatan Ngariboyo, sudah ke pangkalan, sudah kemana saja dibilangi orang ada. Tetep saja tidak dapat, kosong jawab mereka," katanya.
Kondisi yang sama juga dialami surat, pedagang bakso pada Keluarahan Tawanganom Magetan. Dia juga kesulitan untuk mendapatkan gas elpiji 3 kilogram. Tiga hari ini terpaksa tidak berjualan sama sekali.
"Ya terpaksa tutup gak ada yang buat memasak dan menghagatkan bakso. Jika pakai tungku arang tidak mungkin serta merta, karena harus merombak grobak lagi," ungkapnya.
Mereka mengaku tak keberatan jika harus membeli dengan harga sedikit mahal yang penting barangnya ada. "Soal gas elpiji 3 kilogram saat ini kami pasrah. Kami masyarakat kecil berharap pemerintah segera hadir dan memberikan solusi, bukan hanya dalih ini itu penyebab gas langka. Rakyat butuh usaha untuk makan untuk kehidupan sehari hari," pungkanya.