Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, saat di Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura), Kamis (5/11/2026). IDN Times/Ardiansyah Fajar.
  • Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir meminta dugaan penyadapan ilegal yang menyeret Listyo Sigit Prabowo dan dua jenderal ditangani melalui proses hukum adil, objektif, serta transparan.

  • Haedar mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpecah, meski ruang diskusi serta penyampaian pandangan tetap terbuka selama tidak berubah menjadi konfrontasi antarkelompok.

  • Ia mendukung kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang berlandaskan konstitusi dan kepentingan rakyat, sekaligus mengingatkan warga Muhammadiyah menjaga organisasi dari dinamika pemecah persatuan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
5 November 2026

Haedar Nashir meminta proses hukum dugaan penyadapan ditegakkan secara adil, objektif, dan transparan. Ia mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpecah belah.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Haedar Nashir menanggapi dugaan penyadapan ilegal yang menyeret mantan Kapolri dan eks Kepala Staf Kepresidenan Listyo Sigit Prabowo bersama dua jenderal polisi lainnya.
  • Who?
    Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, Listyo Sigit Prabowo, dua jenderal polisi lainnya, Presiden Prabowo Subianto, aparat berwenang, serta masyarakat dan warga Muhammadiyah.
  • Where?
    Pernyataan Haedar Nashir disampaikan di Universitas Muhammadiyah Surabaya, Surabaya.
  • When?
    Haedar menyampaikan pernyataan tersebut pada Kamis, 5 November 2026.
  • Why?
    Haedar meminta proses hukum yang adil, objektif, dan transparan agar dugaan penyadapan tidak berkembang menjadi konflik atau perpecahan di tengah masyarakat.
  • How?
    Haedar mendorong aparat menangani perkara berdasarkan hukum, meminta masyarakat tetap tenang dan berdiskusi tanpa konfrontasi, serta mengingatkan warga Muhammadiyah menjaga persatuan organisasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Haedar Nashir bicara tentang dugaan penyadapan yang melibatkan Listyo Sigit Prabowo dan dua jenderal polisi. Ia minta hukum berjalan adil dan terbuka. Ia juga minta semua orang tetap tenang dan tidak bertengkar. Sekarang masalah itu sedang ditangani pihak yang berwenang, supaya bangsa tidak terpecah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Seruan agar proses hukum berjalan adil, objektif, dan transparan membuka ruang penanganan dugaan penyadapan yang berlandaskan prinsip negara hukum. Di tengah dinamika publik, penekanan pada ketenangan, dialog, kepentingan rakyat, dan persatuan menunjukkan upaya menjaga perbedaan pandangan tetap berada dalam koridor yang tidak memecah masyarakat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Surabaya, IDN Times - Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, angkat bicara soal kasus dugaan penyadapan ilegal yang menyeret mantan Kapolri sekaligus eks Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Listyo Sigit Prabowo bersama dua jenderal polisi lainnya.

Haedar meminta proses hukum berjalan adil, objektif, dan transparan agar persoalan tersebut tidak memicu perpecahan di tengah masyarakat. Pernyataan itu disampaikan Haedar saat di Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura), Kamis (5/11/2026).

Haedar menegaskan, penegakan hukum harus menjadi pijakan utama dalam menangani setiap persoalan yang berkaitan dengan hukum, termasuk dugaan penyadapan tersebut. “Setiap proses yang ada kaitannya dengan hukum dan proses hukum, tegakkan hukum dengan adil, objektif, dan transparan. Saya yakin ini fondasi kita, karena kita negara hukum,” ujarnya.

Selain mendorong penegakan hukum, Haedar juga menyatakan dukungan terhadap langkah Presiden Prabowo Subianto dalam memimpin pemerintahan. Menurutnya, kepemimpinan nasional harus tetap berjalan berdasarkan konstitusi dan mengutamakan kepentingan rakyat.

Dia berharap persoalan yang tengah ditangani aparat berwenang itu tidak berkembang menjadi konflik antarkelompok. Masyarakat, kata Haedar, tetap memiliki ruang untuk berdiskusi dan menyampaikan pandangan, tetapi tidak sampai terjebak dalam konfrontasi yang memecah belah bangsa. “Harapan saja bahwa karena sudah ditangani oleh pihak yang berwajib dan berotoritas, maka masyarakat diminta tenang, tidak terpecah belah. Boleh berdiskusi, berdinamika, tetapi jangan sampai kemudian kita menjadi terbagi-bagi, menjadi dua yang saling berkonfrontasi,” ungkapnya.

Haedar mengingatkan, persoalan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara akan selalu ada. Maka, masyarakat perlu menjaga persatuan dan tidak membiarkan perbedaan pandangan berkembang menjadi pertentangan. “Bangsa ini memang besar, masalahnya selalu ada, maka kita harus menjadi bangsa yang di sana,” lanjutnya.

Secara khusus, Haedar juga mengingatkan warga Muhammadiyah agar tetap menjaga organisasi dan tidak terseret dinamika yang berpotensi mengganggu persatuan. “Dan terakhir kepada warga Muhammadiyah untuk tetap menjaga rumah Muhammadiyah ini dengan baik,” pungkasnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article