Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Tono Ungkap Lokasi Sebenarnya Eksekusi Anak Korban Mutilasi Madiun

Kota Surabaya
1 min read
Tono Ungkap Lokasi Sebenarnya Eksekusi Anak Korban Mutilasi Madiun
Pelaku pembunuhan mutilasi, Dwi Bagus Martono. IDN Times/Ardiansyah Fajar.
  • Tersangka Dwi Bagus Martono alias Tono mengubah pengakuan lokasi pembunuhan AG, dari sebelumnya di mobil Karimun menjadi di ruang tamu rumah orang tuanya.

  • Penyidik mengungkap jenazah korban sempat disimpan selama dua hari di rumah orang tua tersangka sebelum dipindahkan ke rumah di lokasi lain.

  • Polda Jatim masih mendalami perubahan keterangan Tono dengan mencocokkannya pada bukti untuk memastikan rangkaian peristiwa setelah DH dan AG dibunuh.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Surabaya, IDN Times - Pengakuan Dwi Bagus Martono (40) alias Tono, tersangka pembunuhan disertai mutilasi terhadap DH (30) dan anaknya, AG (4), di Madiun kembali berubah. Kali ini, penyidik mengungkap adanya perbedaan keterangan tersangka mengenai lokasi pembunuhan korban kedua, yakni AG.

Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, AKBP Arbaridi Jumhur mengatakan, dalam keterangan sebelumnya tersangka mengaku mengeksekusi AG di dalam mobil Karimun. Namun, dalam perkembangan pemeriksaan terbaru, Tono menyebut pembunuhan anak tersebut berlangsung di rumah orang tuanya di Jalan Tentrem, tepatnya di ruang tamu.

“Ada satu lagi terkait eksekusi korban kedua. Tadinya di mobil Karimun, sekarang berubah pernyataannya, dilakukan di dalam rumah orang tua itu, di ruang tamu,” ungkap Jumhur saat di RS Bhayangkara Polda Jatim, Rabu (4/11/2026).

Tak hanya lokasi eksekusi yang berubah, penyidik juga mengungkap bahwa jenazah korban sempat disimpan di rumah orang tua tersangka selama dua hari. Setelah itu, jenazah dipindahkan ke rumah di lokasi lain.

Jumhur bilang, keterangan terbaru menjadi bagian dari pendalaman penyidikan untuk mencocokkan pengakuan tersangka dengan rangkaian bukti yang telah dikumpulkan polisi. Perubahan keterangan ini menjadi salah satu titik yang masih perlu didalami penyidik, terutama untuk memastikan rangkaian peristiwa setelah DH dan AG dibunuh.

    Related Articles

    See More