Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Hujan Sempat Turun 2 Kali, Ribuan Warga Ngawi Masih Krisis Air Bersih

Kab. Ngawi
3 min read
Hujan Sempat Turun 2 Kali, Ribuan Warga Ngawi Masih Krisis Air Bersih
Ribuan warga pada 23 desa di tujuh kecamatan Kabupaten Ngawi masih terdampak kesulitan air bersih. (IDN Times/Riyanto)
  • Sebanyak 1.789 warga di 23 desa pada tujuh kecamatan Ngawi masih mengalami krisis air bersih meski hujan turun dua kali dan sumur belum terisi kembali.

  • BPBD Ngawi menyalurkan sekitar 32 ribu liter air bersih per hari; di Desa Pandean, Karanganyar, bantuan 10 ribu liter cepat habis untuk kebutuhan warga dan ternak.

  • Di Bringin, sumur warga mengering selama tiga bulan sehingga mengandalkan bantuan atau mencari air di tepi waduk; warga meminta pembangunan sumur bor sebagai solusi permanen.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Ngawi, IDN Times – Hujan yang sempat turun di sejumlah wilayah Kabupaten Ngawi, Jawa Timur belum cukup untuk mengakhiri krisis air bersih. Hingga Rabu (4/11/2026), sebanyak 1.789 jiwa yang tersebar di 23 desa pada tujuh kecamatan masih terdampak kekeringan. Bahkan, sumur-sumur warga dilaporkan belum kembali terisi meski hujan sudah dua kali mengguyur.

Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Kabupaten Ngawi, Partoyo, mengatakan krisis air bersih masih berlangsung akibat kemarau berkepanjangan. Kondisi tersebut membuat warga tetap bergantung pada distribusi bantuan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. "Meski sejumlah wilayah sudah hujan, krisis air bersih di Ngawi masih berlangsung. Hujan sudah dua kali, tetapi sumur warga masih mengering," ujarnya.

BPBD Ngawi mencatat, sebanyak 1.789 jiwa di 23 desa masih mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Wilayah terdampak tersebar di Kecamatan Karanganyar, Pitu, Ngawi, Bringin, Kasreman, Padas, dan Karangjati. Untuk membantu warga, BPBD menyalurkan sekitar 32 ribu liter air bersih setiap hari ke sejumlah wilayah terdampak.

  1. 1. Bantuan 10 ribu liter air langsung habis di Karanganyar

    Riyanto
    Ribuan warga pada 23 desa di tujuh kecamatan Kabupaten Ngawi masih terdampak kesulitan air bersih. (IDN Times/Riyanto)

    Tingginya kebutuhan air bersih terlihat di Desa Pandean, Kecamatan Karanganyar. Puluhan warga tampak berbondong-bondong mendatangi lokasi penyaluran bantuan air bersih.

    Dengan membawa jeriken, galon bekas air mineral, hingga berbagai wadah penampung lainnya, warga mengantre di sekitar bak penampungan.

    Sebanyak 10 ribu liter air bantuan tersebut langsung habis dalam waktu singkat. Air yang diperoleh warga digunakan untuk memenuhi kebutuhan memasak, mandi, hingga memberi minum ternak.

  2. 2. Sumur warga di Bringin mengering selama tiga bulan

    Riyanto
    Ribuan warga pada 23 desa di tujuh kecamatan Kabupaten Ngawi masih terdampak kesulitan air bersih. (IDN Times/Riyanto)

    Kondisi serupa dialami warga Dusun Jati Suwak, Desa Suruh, Kecamatan Bringin. Sumur-sumur milik warga di wilayah tersebut dilaporkan mengering sejak tiga bulan terakhir.

    Akibatnya, ratusan warga hanya bisa mengandalkan bantuan distribusi air dari pemerintah. Jika bantuan belum datang, mereka terpaksa mencari sumber air hingga ke pinggiran waduk setempat.

    Kepala Dusun Jati Suwak, Sugiarto, mengatakan warga belum memiliki sumber air alternatif yang bisa diandalkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

    "Hanya mengandalkan bantuan air, Mas. Kalau tidak ada, kami mencari ke pinggir waduk. Hujan baru sekali, sumber air di sini malah hilang," ungkapnya.

  3. 3. Warga berharap pembangunan sumur bor

    Riyanto
    Ribuan warga pada 23 desa di tujuh kecamatan Kabupaten Ngawi masih terdampak kesulitan air bersih. (IDN Times/Riyanto)

    Distribusi bantuan air bersih dinilai masih menjadi solusi sementara selama sumber air milik warga belum pulih. Masyarakat berharap pemerintah membangun sumur bor atau sumur dalam di wilayah yang kerap mengalami kekeringan.

    Pembangunan sumber air permanen tersebut diharapkan bisa mengurangi ketergantungan warga terhadap bantuan tangki air setiap musim kemarau.

    Terlebih, krisis air bersih di sejumlah desa Ngawi menjadi persoalan yang terus berulang ketika kemarau berkepanjangan melanda. Warga meminta persoalan ini mendapat penanganan jangka panjang sehingga kebutuhan air bersih tidak lagi bergantung sepenuhnya pada bantuan.

Related Articles

See More