Motor Grader Mogok, Jalan Bratang Binangun Menggunung Pasir

Tumpukan pasir dan agregat menghambat Jalan Bratang Binangun, Surabaya, setelah motor grader untuk meratakan material proyek peninggian jalan mengalami kerusakan.
DSDABM Surabaya menyebut material didatangkan usai pembangunan saluran untuk meninggikan jalan 20–30 sentimeter sebagai penanganan genangan; sebagian material masih menumpuk di badan jalan.
Jalan sementara dibuka satu arah ke utara, sedangkan arus selatan dialihkan. Material akan dipindahkan dan diratakan; pengaspalan menunggu pemadatan minimal 24 jam.
Surabaya, IDN Times - Gundukan pasir dan material agregat yang menggunung di tengah Jalan Bratang Binangun, Surabaya, bikin pengguna jalan harus ekstra waspada. Material yang seharusnya digunakan untuk meninggikan badan jalan itu justru menghambat arus lalu lintas setelah alat berat yang disiapkan untuk meratakannya mengalami kerusakan.
Kabid Jalan dan Jembatan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya, Dedy Purwito mengakui, keberadaan tumpukan material tersebut mengganggu kenyamanan pengguna jalan. Ia pun menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, khususnya pengendara yang melintas di Jalan Bratang Binangun.
Dedy menjelaskan, material agregat itu didatangkan pada Rabu (4/11/2026) malam untuk mendukung proyek peninggian badan jalan. Pekerjaan tersebut dilakukan setelah pembangunan saluran di sisi kiri dan kanan jalan selesai.
"Jadi setelah salurannya dikerjakan kiri dan kanan selesai, jalan ditinggikan kurang lebih sekitar 20 sampai 30 senti untuk penanganan genangan," ujarnya dikonfirmasi, Kamis (5/11/2026).
Namun, pekerjaan yang direncanakan berlangsung malam hari itu tak berjalan mulus. Motor grader atau alat berat untuk meratakan material justru mengalami gangguan saat mulai bekerja. Akibatnya, sebagian material di sisi utara baru sempat diratakan, sementara sisanya masih menumpuk di badan jalan.
Dedy mengatakan, alat berat tersebut masih dalam proses perbaikan. Jika perbaikan selesai, pihaknya berharap proses perataan bisa dilanjutkan pada Kamis (5/11/2026) malam.
Sambil menunggu alat berat kembali berfungsi, DSDABM berkoordinasi dengan Polsek Gubeng untuk mengatur arus lalu lintas. Tumpukan material rencananya dipindahkan sementara ke sisi timur agar tidak terlalu mengganggu kendaraan yang melintas.
"Untuk siang ini kita tidak boleh meratakan dulu. Kita diminta meminggirkan gundukan-gundukan material ini ke arah timur supaya arus lalu lintas lancar," jelasnya.
Dedy menambahkan, berdasarkan koordinasi dengan kepolisian, Jalan Bratang Binangun sementara hanya dibuka untuk kendaraan yang melaju ke arah utara. Sementara arus ke arah selatan belum diizinkan melintas dan harus menggunakan jalur alternatif.
Ia memastikan sosialisasi pekerjaan telah dilakukan kepada masyarakat melalui kelurahan dan kecamatan setempat.
Sementara itu, Kepala DSDABM Surabaya, Hidayat Syah, menjelaskan bahwa material agregat yang telah digelar membutuhkan waktu untuk dipadatkan sebelum masuk tahap pengaspalan. Proses tersebut setidaknya memerlukan waktu 24 jam.
"Minimal 24 jam, bagusnya itu dua hari, jadi biar benar-benar padat," katanya.
Sehingga, pekerjaan pada Kamis malam masih difokuskan pada perataan material, bukan pengaspalan. Pengaspalan baru dilakukan setelah ketinggian badan jalan mencapai target sekitar 20 hingga 30 sentimeter dan material cukup padat.




















