IDN Times/Mohamad Ulil Albab
Bambang Supriyadi, Ketua Bumdes Tamansari mengucapkan terimakasih kepada para doktor yang mau mengabdikan dirinya di desa. "Kami butuh ilmu, karena yang ngelola orang tuan yang tidak punya skill apa apa. Kami hanya punya semangat, kami terima kasih banyak," kata Bambang.
Dia menjelaskan sebelum ada para doktor, produksi kopi masih menggunakan branding sesuai nama pengelolanya masing-masing.
"Sebelumnya, pengelolaan kopi branding dibuat asal. Penting ada nama, seperti gambar branding belum terpikirkan. Di sini ada lima produk kopi itu sebelumnya, nama orang masing-masing. Ada nama warung Pak Ipul, Berlian, sekarang disatukan jadi Ijen Coffe," katanya.
Penyatuan produk dengan kualitas yang sama tersebut harapannya bisa menjadi oleh-oleh yang disenangi wisatawan. Dibandingkan sebelumnya dengan cara pasca panen hingga kemasan yang masih asal.
"Harapannya bisa menyerap hasil petani dan tengkulak minggiro dari sini. Itu cara kami. Agar bisa kami beli di atas standart harga tengkulak," paparnya.