Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Di Tengah Klakson Kota, Mereka Tetap Berisik untuk Gaza
Aksi kamisan dan solidaritas untuk Aktivis dan Jurnalis Peserta Global Sumud Flotilla 2.0. IDN Times/Ardiansyah Fajar.
  • Aksi Kamisan Surabaya digelar di depan Gedung Negara Grahadi sebagai bentuk solidaritas untuk relawan dan jurnalis Indonesia yang ditangkap tentara Israel saat misi Global Sumud Flotilla 2.0 menuju Gaza.
  • Ketua AJI Surabaya, Andre Yuris, menegaskan penangkapan tersebut bukan intersepsi melainkan penculikan terhadap warga sipil yang menjalankan misi kemanusiaan di wilayah laut internasional tanpa membawa senjata.
  • Massa mendesak pemerintah dan Presiden Prabowo Subianto mengambil langkah diplomasi nyata membebaskan WNI yang ditahan, sementara informasi kondisi para relawan masih simpang siur di lapangan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Surabaya, IDN Times - Langit Surabaya mendung ketika suara toa mulai memecah lalu lintas Jalan Gubernur Suryo, Kamis (21/5/2026) sore. Di depan Gedung Negara Grahadi, sejumlah payung hitam terbuka. Sebagian peserta mengenakan syal Palestina, sebagian lain menggenggam poster bertuliskan “Kami Jurnalis Bukan Teroris” dan “Bebaskan Aktivis dan Jurnalis Peserta Global Sumud Flotilla 2.0”.

Aksi Kamisan Surabaya kali ini tak hanya bicara soal pelanggaran HAM di dalam negeri. Mereka membawa amarah dan solidaritas untuk relawan kemanusiaan serta jurnalis Indonesia yang disebut ditangkap tentara Israel saat mengikuti misi Global Sumud Flotilla 2.0 menuju Gaza.

Di tengah deru motor dan klakson kendaraan yang melintas, massa tetap bertahan di trotoar depan Grahadi. Sekitar 200 orang hadir dalam aksi tersebut. Mereka berasal dari berbagai komunitas, mulai dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Surabaya, Pewarta Foto Indonesia (PFI) Surabaya hingga Forum Zakat Jawa Timur.

Beberapa peserta berdiri sambil mengangkat poster besar berisi foto-foto relawan dan jurnalis Indonesia yang disebut masih ditahan. Wajah-wajah itu dicetak besar di kain hitam, dipajang tepat di tengah kerumunan aksi.

Ketua AJI Surabaya, Andre Yuris mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk solidaritas terhadap para aktivis dan jurnalis yang ditangkap saat menjalankan misi kemanusiaan internasional.

“Ini aksi solidaritas dari Aksi Kamisan Surabaya, AJI Surabaya dan Forum Zakat Jawa Timur terhadap aktivis dan jurnalis yang ditangkap tentara Israel saat Global Sumud Flotilla 2.0,” ujarnya dalam orasi.

Bagi Andre, kasus tersebut bukan sekadar penahanan biasa. Ia menilai tindakan Israel merupakan bentuk penculikan terhadap warga sipil yang tengah menjalankan misi kemanusiaan di wilayah laut internasional.

“Kami berbeda dengan Menteri Luar Negeri. Ini bukan intersepsi. Kalau mereka melakukan penyerangan dan mengusir itu baru intersepsi. Ini penculikan,” tegasnya.

Menurutnya, para relawan dan jurnalis itu tidak sedang membawa senjata ataupun terlibat operasi militer. Mereka datang membawa bantuan dan solidaritas untuk warga Gaza.

Di sela orasi, massa beberapa kali meneriakkan tuntutan agar pemerintah Indonesia bergerak lebih cepat membebaskan WNI yang ditahan Israel. Nama Presiden Prabowo Subianto ikut disinggung dalam aksi tersebut.

Andre menilai pemerintah harus menunjukkan langkah diplomasi yang nyata, apalagi Indonesia selama ini konsisten mendukung Palestina di forum internasional. “Kalau kemarin Prabowo bilang Indonesia punya posisi kuat di dunia internasional, sekarang tunjukkan. Bisa enggak membebaskan warga negara Indonesia yang ditahan tentara Israel,” katanya.

Ia juga menyebut hingga kini belum ada pernyataan langsung dari Presiden terkait penahanan relawan dan jurnalis Indonesia tersebut.

Sementara itu, informasi mengenai kondisi para relawan disebut masih simpang siur. Massa aksi mengaku hanya memperoleh kabar dari media sosial dan jaringan aktivis internasional.

Meski hujan sempat turun rintik-rintik, massa tetap bertahan. Sebagian duduk di trotoar, sebagian lain terus mengangkat poster sambil membalas sorakan pengendara yang melintas. Di tengah bising kota, satu kalimat terus diulang lewat pengeras suara sore itu. Tetap berisik agar dunia mendengar.

Editorial Team

Related Article