Kuota ADEM Papua di Jatim Naik Jadi 152 Murid

- Kuota Program ADEM Papua di Jawa Timur naik menjadi 152 murid untuk tahun ajaran 2026/2027, meningkat tujuh kursi dibanding tahun sebelumnya.
- Program ADEM memberi kesempatan bagi siswa Papua menempuh pendidikan SMA dan SMK di Jatim dengan seluruh kebutuhan ditanggung pemerintah, serta mencatat tingkat kelulusan tinggi.
- Tahun ini, 135 murid ADEM Papua lulus di Jatim, sebagian melanjutkan ke perguruan tinggi melalui jalur SNBP, SNBT, dan program ADik; peserta juga mengapresiasi manfaat program tersebut.
Surabaya, IDN Times - Di tengah pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026, Jawa Timur (Jatim) kembali mendapat tambahan kuota siswa Program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) Papua. Tahun ajaran 2026/2027, kuota yang diterima Jatim naik menjadi 152 murid, bertambah tujuh kursi dibanding tahun sebelumnya yang berjumlah 145 murid.
Kepala Bidang Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus (PK-PLK) Dinas Pendidikan Jatim, Murdianto mengatakan tambahan kuota itu akan membuka kesempatan lebih luas bagi putra-putri Papua untuk mengenyam pendidikan SMA dan SMK di berbagai daerah di Jatim melalui program ADEM.
"Tahun ajaran baru 2026/2027, Jawa Timur mendapat kuota 152 murid ADEM Papua. Jumlah ini meningkat dibanding tahun lalu yang sebanyak 145 murid," ujarnya, Selasa (9/6/2026).
Program ADEM merupakan skema afirmasi pemerintah yang memberikan kesempatan kepada murid dari Papua untuk menempuh pendidikan menengah di berbagai provinsi, termasuk Jatim. Seluruh kebutuhan pendidikan dan pendampingan murid ditanggung melalui program tersebut.
Saat ini, total murid ADEM Papua yang masih menjalani pendidikan di Jatim mencapai 440 orang. Mereka tersebar di berbagai SMA dan SMK negeri maupun swasta yang menjadi mitra program.
Murdianto menilai penambahan kuota tersebut tidak lepas dari keberhasilan pelaksanaan program selama beberapa tahun terakhir. Selain mampu membantu murid beradaptasi dengan lingkungan baru, tingkat kelulusan dan keberlanjutan pendidikan peserta ADEM juga cukup tinggi.
Tahun ini, sebanyak 135 murid ADEM Papua dinyatakan lulus dari SMA dan SMK di Jatim. Dari jumlah tersebut, tujuh murid berhasil lolos Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dan sembilan murid lolos Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT).
Sementara murid lainnya akan melanjutkan pendidikan tinggi melalui Program Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik). "Ini menunjukkan program berjalan baik. Banyak murid yang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi melalui berbagai jalur yang telah disiapkan pemerintah," katanya.
Sebagai bagian dari regenerasi peserta didik, tambahan kuota ADEM Papua akan diakomodasi dalam penerimaan murid tahun ajaran baru bersamaan dengan pelaksanaan SPMB 2026 yang saat ini tengah berlangsung di Jatim.
Murdianto menegaskan keberadaan program tersebut tidak mengurangi kuota penerimaan murid reguler dalam SPMB karena memiliki skema dan pembiayaan tersendiri dari pemerintah pusat.
Selain ADEM Papua, Jatim juga memperoleh tambahan kuota Program ADEM Repatriasi yang diperuntukkan bagi anak-anak pekerja migran Indonesia di Sabah, Sarawak, dan Arab Saudi. Kuotanya naik dari 90 menjadi 120 murid pada tahun ajaran mendatang.
Di sisi lain, apresiasi terhadap program ADEM datang langsung dari para peserta. Salah satunya disampaikan Yazinta Kaipman, siswi SMAN 1 Kejayan, Pasuruan, yang baru menyelesaikan pendidikan melalui program tersebut.
Yazinta mengungkapkan, kesempatan belajar di Jatim telah memberinya pengalaman yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya. Meski sempat takut meninggalkan Papua dan hidup jauh dari keluarga, ia justru menemukan lingkungan yang menerima kehadiran mereka dengan baik.
"Saya sangat bersyukur bisa menjadi salah satu penerima beasiswa ADEM di Jawa Timur. Kami tidak pernah merasa sendirian karena masyarakat dan sekolah sangat terbuka menerima kami," katanya.
Ia berharap program ADEM terus dipertahankan dan diperluas agar semakin banyak anak Papua mendapat kesempatan mengakses pendidikan berkualitas di berbagai daerah Indonesia. "Saya harap Program ADEM ini masih bisa bertahan dan terus maju ke depannya karena sangat bermanfaat untuk kami anak-anak Papua," pungkasnya.


















