Sidoarjo, IDN Times – Bupati Sidoarjo Subandi memastikan penanganan terhadap santri Pondok Pesantren Mambaul Hikam, Tanggulangin, yang mengalami gejala dugaan keracunan makanan MBG terus dilakukan. Hingga Rabu (2/9/2026), sebanyak 567 santri telah terdata mengalami keluhan.
Subandi mengatakan, masih ada santri yang mengeluhkan mual, pusing, dan sakit perut. Santri yang kondisinya belum membaik langsung diarahkan ke rumah sakit agar mendapat penanganan medis. "Yang masih ada keluhan kita langsung bawa ke rumah sakit. Biar segera ada penanganan," kata Subandi saat meninjau Ponpes Mambaul Hikam, Rabu, (2/9/2026).
Menurutnya, membawa santri ke rumah sakit menjadi langkah penting agar mereka mendapatkan perawatan dan pengobatan secara intensif. "Kalau kita bawa ke rumah sakit, biarkan nanti langsung ada penanganan intensif, segera ada perawatan dan pengobatan," ujarnya.
Subandi menyebut, berdasarkan data sementara pemerintah daerah, total santri yang mengalami keluhan mencapai sekitar 551 orang. Dari jumlah tersebut, sebagian telah diperbolehkan pulang setelah menjalani pemeriksaan dan perawatan. "Data kita yang sudah masuk 551-an. Yang sudah keluar delapan, yang masih tinggal di rumah sakit 88," katanya.
Namun, jumlah tersebut masih dapat bertambah karena petugas masih melakukan pendataan terhadap santri yang mengalami keluhan baru. "Ini tadi ada penambahan. Berapa jumlahnya kita juga belum tahu. Yang penting pasien ini segera ada penanganan," ujarnya.
Subandi juga meminta santri yang masih mengalami mual, pusing, atau keluhan lainnya untuk segera dibawa ke rumah sakit, daripada tetap berada di pondok pesantren. "Kalau di pondok kasihan anak kita yang masih mual, masih pusing. Harapan kita segera ada penanganan di rumah sakit," katanya.
Selain kasus di Ponpes Mambaul Hikam, Subandi mengatakan pemerintah daerah juga melakukan pendataan dan pemantauan terhadap kasus kesehatan yang dialami siswa di sekolah lain. Ia menyebut telah memerintahkan Kepala Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan Sidoarjo untuk terus melakukan pemantauan. "Ini sudah semua terdata semuanya. Tadi sudah kita perintahkan Kadinkes, Dinas Pendidikan untuk terus memantau," ujarnya.
