Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Bocah SD di Magetan Diduga Dicabuli dan Disayat, Polisi Buru Pelaku

Kab. Magetan
3 min read
Bocah SD di Magetan Diduga Dicabuli dan Disayat, Polisi Buru Pelaku
Polisi dari Polres Magetan lakukan olah TKP. (IDN Times/Riyanto)
  • Bocah laki-laki 9 tahun, siswa kelas IV SD di Magetan, diduga dicabuli dan disayat pria tak dikenal di gudang masjid pada Rabu pagi.

  • Korban disebut dibawa pelaku setelah izin mengambil uang di toilet masjid, lalu diancam dibunuh sehingga tidak berani melawan.

  • Polisi menemukan bercak darah, mengumpulkan rekaman CCTV, dan memburu pelaku; korban sempat dirawat di RSUD sebelum menjalani rawat jalan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Magetan, IDN Times – Seorang bocah laki-laki berusia 9 tahun, siswa kelas IV Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, menjadi korban dugaan pencabulan disertai kekerasan oleh pria tak dikenal. Korban mengalami luka serius pada bagian alat kelamin setelah diduga disayat menggunakan benda tajam.

Peristiwa tersebut terjadi di sebuah gudang Masjid di Desa Bulugledeg, Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan, Rabu (4/11/2026) sekitar pukul 08.00 WIB. Saat kejadian, korban berinisial IM tengah mengikuti kegiatan belajar di sekolahnya.

Kasus ini menjadi perhatian setelah rekaman kamera pengawas (CCTV) yang diduga berkaitan dengan pelarian pelaku beredar di media sosial pada Kamis (5/11/2026).

Dalam rekaman tersebut, terlihat seorang pria mengendarai sepeda motor seorang diri dengan mengenakan helm putih. Pria itu melintas di jalan depan Masjid Jami Baitur Rohman, Kelurahan Bendo, sekitar satu kilometer dari lokasi kejadian. Pria tersebut diduga melarikan diri ke arah jalan raya Bendo setelah melakukan aksi kekerasan terhadap korban.

  1. 1. Korban izin mengambil uang yang tertinggal di toilet masjid

    Riyanto
    Polisi dari Polres Magetan lakukan olah TKP. (IDN Times/Riyanto)

    Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula ketika korban meminta izin kepada gurunya untuk mengambil uang yang tertinggal di toilet masjid. Namun, saat berada di sekitar masjid, korban bertemu dengan seorang pria tak dikenal. Korban kemudian dibawa ke sebuah gudang masjid dan diduga menjadi korban pencabulan disertai kekerasan.

    Korban disebut tidak berani melawan karena pelaku mengancam akan membunuhnya. Bahkan, pria tersebut mengaku baru keluar dari penjara.

    Warga sekitar, Suyitno, mengatakan informasi mengenai kejadian itu sempat simpang siur di tengah masyarakat. Namun, kabar yang beredar menyebut korban mengalami kekerasan pada bagian alat kelamin. "Di masyarakat simpang siur. Ada yang bilang korban dicabuli, ada juga yang bilang alat kelaminnya disayat. Korban sempat diancam mau dibunuh," ujarnya.

  2. 2. Polisi temukan bercak darah di gudang masjid

    Ilustrasi kekerasan terhadap anak. (Freepik)
    Ilustrasi kekerasan terhadap anak. (Freepik)

    Usai menerima laporan, petugas kepolisian langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

    Di lokasi, polisi menemukan bercak darah yang diduga milik korban berceceran di lantai gudang masjid.

    Selain meminta keterangan sejumlah saksi, polisi juga mengumpulkan rekaman CCTV dari beberapa titik di sekitar lokasi kejadian untuk mengidentifikasi dan melacak keberadaan pelaku.

    Kasat Reskrim Polres Magetan, AKP Dwi Heroe Santoso, membenarkan adanya tindak pidana pencabulan dan kekerasan terhadap anak di bawah umur tersebut.

    "Benar telah terjadi tindak pidana pencabulan dan kekerasan terhadap anak di bawah umur. Kita sudah melakukan olah TKP, termasuk mengumpulkan rekaman CCTV guna memburu pelaku," katanya.

  3. 3. Pelaku masih diburu, korban jalani rawat jalan

    Istimewa
    Tangkapan layar CCTV diduga pelaku kabur usai kejadian. (IDN Times/Istimewa)

    Hngga Kamis (5/11/2026) malam, polisi masih melakukan pengejaran terhadap pria yang diduga menjadi pelaku kekerasan seksual tersebut. Sementara itu, korban sempat mendapatkan penanganan medis di RSUD dr. Sayidiman Magetan akibat luka serius yang dialaminya.

    Berdasarkan informasi terakhir, kondisi korban mulai membaik dan sudah diperbolehkan menjalani rawat jalan di rumah. Polisi masih mendalami kasus tersebut untuk mengungkap identitas serta motif pelaku.

Related Articles

See More