Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
BB TNBTS Temukan Dua Spesies Anggrek Baru di Lereng Semeru
Anggrek gastrodia biruensis yang ditemukan di lereng Gunung Semeru. (Dok. BB TNBTS)
  • Balai Besar TNBTS menemukan dua spesies anggrek baru di lereng selatan Gunung Semeru, yaitu gastrodia selabintanensis dan gastrodia biruensis, saat patroli biodiversitas pada Januari 2026.
  • Kedua anggrek memiliki ciri berbeda: gastrodia biruensis berwarna coklat kekuningan dengan mahkota putih-oranye, sedangkan gastrodia selabintanensis berwarna coklat kehijauan dengan mahkota putih semu kuning.
  • Pihak TNBTS belum menetapkan nama lokal untuk kedua spesies ini, namun penemuan tersebut menambah total flora kawasan Bromo-Tengger-Semeru menjadi 309 spesies anggrek.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Malang, IDN Times - Balai Besar (BB) Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) melaporkan jika mereka telah menemukan 2 spesial tanaman anggrek baru di lereng Gunung Semeru. Kedua anggrek ini diberi nama Gastrodia selabintanensis dan Gastrodia biruensis.

1. Begini cerita ditemukannya dua spesies anggrek baru di lereng Gunung Semeru

gambar Gunung Semeru dari kejauhan (unsplash.com/Joshua Kettle)

Koordinator Pengendali Ekosistem Hutan BB TNBTS, Toni Artaka memberikan jika penemuan dua spesies anggrek baru ini sebenarnya sudah terjadi sejak Januari 2026. Saat itu ia sedang melakukan patroli kawasan dan pengidentifikasian biodiversitas.

Saat melakukan patroli di kawasan hutan dengan ketinggian 1.000 sampai 1.200 meter di atas permukaan laut (mdpl), ia melihat ada 2 bunga anggrek dengan ciri-ciri tidak biasa. Saat ia melihat dengan lebih jelas, ia tidak bisa mengidentifikasi jenis kedua anggrek berdasarkan catatan di BB TNBTS. "Gastrodia selabintanensis dan Gastrodia biruensis sama-sama ditemukan di lereng selatan Gunung Semeru. Keduanya hidup di kawasan hutan lembab, teduh, dan tanah berhumus tebal," terangnya pada Kamis (2/4/2026).

2. Kedua anggrek ini memiliki ciri yang berbeda

Detail bagian Anggrek gastrodia selabintanensis yang ditemukan di lereng Gunung Semeru. (Dok. BB TNBTS)

Toni menjelaskan jika kedua anggrek ini memiliki ciri bunga yang berbeda. Ia menjelaskan kalau gastrodia biruensis memiliki bagian perbungaan sepanjang 18-32 sentimeter dengan jumlah bunganya ada 3-5 kuntum. Kemudian pada kelopak bunha memiliki warna coklat kekuningan dan bertekstur halus. Sementara ukuran mahkota bunga memiliki panjang 4-6 sentimeter dan lebar 4-5 sentimeter dengan warna putih serta oranye.

"Kalau pada Gastrodia selabintanensis punya bagian perbungaan dengan panjang antara 15-25 sentimeter dengan 2-4 bunga atau kuntum. Kelopak bunganya berwarna coklat kehijauan dengan tekstur kasar serta berkutil. Lalu mahkota bunganya memiliki panjang 4 sentimeter dan lebar 4 sentimeter berwarna putih semu serta kuning," jelasnya.

3. BB TNBTS belum tentukan nama lokal untuk kedua anggrek ini

Anggrek gastrodia selabintanensis yang ditemukan di lereng Gunung Semeru. (Dok. BB TNBTS)

Lebih lanjut, Toni menjelaskan jika pihaknya belum memberikan nama lokal untuk kedua anggrek ini. Tapi menurutnya penemuan ini menambah catatan flora di kawasan Bromo-Tengger-Semeru menjadi 309 spesies anggrek.

"Kedua jenis anggrek ini termasuk tumbuhan mycoheterotropic yang mana pertumbuhannya sangat bergantung pada habitat dan sulit mengembangkan pembiakan di luar habitat alaminya. Jadi kami akan melakukan pemetaan sebaran populasinya dengan cara identifikasi pada lokasi lain pada musim berbunga," pungkasnya.

Editorial Team