Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Anjing yang Gigit Jenazah di Rungkut Surabaya Dievakuasi

Anjing yang Gigit Jenazah di Rungkut Surabaya Dievakuasi
Proses evakuasi anjing yang gigit jenazah pria di Surabaya. (IDN Times/Khusnul Hasana)
Share Article

Surabaya, IDN Times - Sebanyak sembilan ekor anjing yang diduga menggigit jenazah pria berinisial JA (52) di Rungkut Harapan Surabaya telah dievakuasi, Sabtu (12/4/2025) sore. Evakuasi dilakukan oleh BPBD Kota Surabaya bersama komunitas dog lovers.

Pantauan IDN Times di lapangan, terlihat pukul 15.30 komunitas dog lovers hadir untuk memberi makan anjing-anjing yang ada di dalam rumah korban. Pemberian makan dilakukan melalui jarak yang aman, yakni lewat sela-sela pintu. 

Sekitar pukul 16.45 WIB, BPBD bersama dengan dokter hewan datang untuk membius anjing dari jarak jauh. Hal ini agar anjing lebih tenang saat dievakuasi. 

Ketika anjing-anjing tersebut lemas usai dibius, mereka diikat menggunakan tali. Anjing-anjing dengan ukuran kecil, sedang hingga besar itu pun siap dibawa ke tempat yang lebih aman. 

Komandan Kompi BPBD Kota Surabaya, Zainul mengatakan, rencananya sembilan ekor anjing ini akan dibawa ke tempat bekas Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) yang berada di kawasan Taman Hiburan Remaja (THR). Beberapa hari kemudian, nantinya komunitas dog lovers akan membawa untuk ditempatkan di shelter. 

"Setelah dibius nanti langsung ditempatkan di THR di situ katanya dari dog lover kita pinjam tempat dua uari. Jadi sementara ditempatkan di THR, di Puskewswan, mungkin Rabu diambil dog lovers," ujarnya.

Zainul menyebut, proses evakuasi cukup sulit. Terlebih, anjing-anjing ini disebut telah mengigit jenazah manusia. 

"Evakuasinya sangat sulit karena kita juga takut karena anjingnya kita gak tahu karena liar, khawatirnya ada rabies atau lain sebagainya begitu," katanya.

Namun semua bisa tertangani dengan baik. Sehingga kini anjing-anjing tersebut bisa berada di tempat yang lebih aman.

Sementara itu, aktivis Dog lovers, Djati Purnawati mengatakan, ia akan membawa anjing-anjing itu ke shelter milik dog lovers. Namun, karena tempatnya belum ada, sementara ini pihaknya menitipkan ke BPBD. 

"Untuk sementara ini karena waktunya mendesak, jadi Saya belum bisa memberikan tempat layak buat anjing-anjing ini, sementara ini saya titipkan ke BPBD surabaya sampai hari Rabu, setelah itu saya akan mencarikan tempat buat anjing-anjing tersebut, karena ini bukan anjing biasa, anjing-anjing yang mengalami trauma," ungkapnya.

Djati berharap masyarakat memahami bahwa tak semua anjing berperilaku seperti yang terjadi pada korban JA. Anjing bisa berperilaku menyimpang karena ada sesuatu yang tidak biasa.

"Saya berharap masyarakat bisa memahami bahwa tidak semua anjing seperti itu, kalau anjing berperilaku seperi itu pasti ada sesuatu perilaku yang kita sama-sama tidak tahu," pungkas dia. 

Sebelumnya, Warga Rungkut, Surabaya JA (52) tewas diduga digigit anjing peliharaannya di rumahnya Jalan Rungku5 Harapan I, Jumat (11/4/2025). Korban mengalami sejumlah luka di kepala dan tangan.

Kapolsek Rungkut, AKP Agus Santoso mengatakan, awalnya dia mendapatkan laporan dari warga bahwa ada penemuan mayat. Kemudian, dia datang ke lokasi tersebut dan mendapati korban dengan luka di kepala dan tangan.

"Ada laporan dari warga bahwa ada penemuan mayat, kita meluncur TKP, kita selidiki, memang ada mayat di kamar, dengan kondisi luka di kepala dan tangan keadaan sudah meninggal," ujarnya.

Selama ini korban tinggal satu rumah dengan kakaknya. Korban tinggal di kamar belakang bersama 10 anjingnya, sementara kakak korban bersama keluarganya.

"Kakak tinggal di situ kamar sendiri-sendiri. Korban kamar di belakang. Kakaknya kamar di depan sama keponakan kamar di depan sendiri," ungkapnya.

Sebelum ditemukan tewas, korban sempat minta makan kakaknya pada Kamis (10/4/2025). Diketahui korban saat itu sedang sakit.

" Cerita kakaknya sore minta nasi dibelikan pecel dikasihkan sorenya," jelas dia. 

Kemudian, pada pagi tadi kakak korban mendapati anjing-anjing terus menggong. Korban pun dipanggil oleh kakaknya, tetapi tidak ada jawaban. Setelah dicek di kamar, korban ditemukan meninggal dunia.

"Anjing itu menggonggong terus dipanggil adiknya gak ada suara, kan dikunci dari dalam kamarnya mangkanya didobrak sama tetangga juga tadi. kelihatan meninggal itu," jelasnya.

Korban ditemukan dengan beberapa luka di bagian tangan hingga kepala. "Lukanya di pergelangan tangan sampai jari. Kepala tinggal tengkorak," katanya. 

Kini korban sedang dilakukan autopsi untuk mengetahui pasti penyebab kematiannya. Apakah benar meninggal karena digigit anjing atau hal lain. 

"Kita masih dalam penyelidikan, mangkanya tadi pendalaman, jenazah dikirim ke RS Bhayangkara Surabaya dicari penyebabnya, tapi lukanya memang di kepala dan tangan," pungkas dia.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Zumrotul Abidin
EditorZumrotul Abidin

Latest News Jawa Timur

See More

15 Jemaah Haji Debarkasi Surabaya Masih Dirawat di Arab Saudi

27 Jun 2026, 16:49 WIBNews