Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ada Luka Akibat Zat Kimia Basa Kuat Pada Jenazah Bekas Aspol Jombang
Petugas saat mengevakuasi mayat yang ditemukan di bekas asrama polisi, Jombang. (Dok. Istimewa)

Jombang, IDN Times - Polisi terus mendalami terkait penemuan dua jenazah yang merupakan ibu dan anak di bekas Asrama Polisi (Aspol) Jombang. Hasil pemeriksaan, ditemukan adanya luka yang disebabkan zat kimia basa kuat pada tubuh jenazah.

Dua jenazah itu adalah SK (35) warga Balonggebang, Kecamatan Gondang, Nganjuk yang merupakan ibu. Sedangkan anaknya berinisial NC.

Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Dimas Robin Alexander mengatakan, secara visual terlihat adanya luka bakar pada tubuh korban. Sementara, di tubuh korban tidak ditemukan luka akibat benda tajam.

Hasil pemeriksaan, ditemukan adanya luka pada korban anak yang disebabkan karena zat kimia basa kuat. "Kemudian yang cukup menonjol adalah ditemukan luka melepuh pada pipi anak yang disebabkan dari zat kimia basa kuat," kata dia.

Bukan cuma itu, dia menyebut dokter juga mendapati adanya kerusakan pada beberapa organ tubuh korban ibu yang disebabkan karena zat kimia basa kuat. Kerusakan itu berada pada tenggorokan dan organ dalam.

"Dokter belum bisa menyimpulkan zat kimia apa yang ada di tubuh korban. Hal itu perlu dilakukan uji laboratorium," jelasnya.

Sementara, berdasarkan hasil forensik, penyebab kedua jenazah meninggal dunia karena mati lemas menghirup asap.

Tak sampai di sini, pihaknya masih akan terus melakukan penyelidikan untuk memastikan adanya unsur pidana pembunuhan. Selanjutnya ia bakal melakukan uji laboratorium, memeriksa sejumlah saksi dan melakukan gelar perkara.

Diberitakan sebelumnya, dua mayat dalam kondisi tubuh terbakar ditemukan di lubang bekas asrama polisi di Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, Rabu (25/2/2026). Keduanya diduga menjadi korban pembunuhan.

Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Dimas Robin Alexander, mengatakan dua korban tersebut terdiri atas satu orang dewasa dan satu anak-anak. Keduanya berjenis kelamin perempuan.

“Jadi hari ini sekitar pukul 14.00 kami mendapatkan laporan dari saksi bahwa ada dugaan pembunuhan terhadap dua jenazah. Setelah kami cek ke tempat kejadian perkara (TKP), benar ada dua jenazah. Pertama jenazah perempuan dewasa, satu lagi anak-anak, keduanya perempuan,” ujarnya.

Dimas menyebutkan, di sekitar lokasi juga ditemukan botol yang diduga berisi bahan bakar minyak (BBM). Korban diduga meninggal dalam kondisi terbakar.

“Di TKP kami menemukan beberapa barang bukti, salah satunya botol yang diduga berisi BBM,” ungkapnya.

Ia belum dapat memastikan penyebab kematian korban. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, terdapat luka bakar pada tubuh keduanya.

“Secara visual memang ada beberapa bagian kulit yang terbakar. Namun, untuk kepastiannya masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik. Ada beberapa lebam di tubuh korban, tetapi kami menunggu hasil dari dokter forensik,” jelas Dimas.

Korban diduga telah meninggal lebih dari satu hari. Berdasarkan keterangan saksi, sepeda motor milik korban juga telah berada di lokasi selama dua hari.

“Jenazah ini diduga sudah lebih dari satu hari. Ada saksi yang mengatakan sepeda motor milik korban sudah berada di TKP selama dua hari,” katanya.

Saat ini kedua jenazah telah dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan autopsi. Polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab kematian korban.

“Sudah dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan autopsi. Kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan apakah ini kasus pembunuhan atau penyebab lainnya,” pungkasnya

Editorial Team