Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Rekomendasi Beasiswa S2 Non LPDP, Dalam dan Luar Negeri
Ilustrasi ruang kelas di kampus (Pexels.com/Yan Krukau)
  • Artikel ini membahas lima beasiswa S2 non-LPDP, baik dari dalam maupun luar negeri, yang bisa menjadi alternatif bagi calon mahasiswa pascasarjana dengan kendala finansial.
  • Beasiswa yang direkomendasikan meliputi Beasiswa Pendidikan Indonesia, PMDSU, dan Beasiswa Unggulan dari pemerintah Indonesia dengan cakupan biaya penuh serta dukungan riset dan akademik.
  • Dua opsi internasional yaitu Australia Awards dan Erasmus Mundus menawarkan kesempatan studi di luar negeri dengan fasilitas lengkap, termasuk biaya kuliah, hidup, perjalanan, dan asuransi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bagi sebagian orang, melanjutkan pendidikan ke jenjang pascasarjana (S2) merupakan sebuah impian. Namun, tidak semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk mewujudkannya. Salah satu kendala utama yang sering dihadapi adalah keterbatasan finansial, mengingat biaya pendidikan S2 tergolong tinggi. Oleh karena itu, mendaftar program beasiswa menjadi salah satu alternatif yang dapat dipertimbangkan.

Salah satu beasiswa yang paling diminati di Indonesia adalah beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), yang mencakup biaya pendidikan sekaligus kebutuhan hidup. Meskipun pendaftaran LPDP telah ditutup beberapa waktu lalu, kamu tidak perlu khawatir. Masih ada berbagai pilihan beasiswa S2 lainnya, baik dari dalam maupun luar negeri, yang bisa kamu coba. Berikut beberapa rekomendasi beasiswa tersebut.

1. Beasiswa Pendidikan Indonesia (Kemendikbud)

Ilustrasi perpustakaan kampus (Pexels.com/Gunnar Ridderström)

Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) merupakan program bantuan pendidikan yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) untuk mendukung tenaga pendidik seperti dosen dan guru, serta pelaku budaya Indonesia melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, baik di dalam maupun luar negeri. Beasiswa ini umumnya mencakup biaya pendidikan, biaya hidup bulanan, biaya buku, asuransi kesehatan, dan biaya transportasi. 

Kelebihan beasiswa ini selain biaya yang lengkap, ia juga mendukung semua jenjang, dari sarjana, magister, dan doktoral. Jadi, sangat fleksibel untuk para pendaftar, juga mereka menerima untuk siswa/mahasiswa berprestasi. Bagi kamu yang tertarik beasiswa ini, biasanya pendaftaran akan dibuka sekitar Mei-Juni 2026. Kamu bisa mempersiapkan mulai dari sekarang. 

2. Beasiswa PMDSU (Pendidikan Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggul)

Ilustrasi wisuda di kampus (Pexels.com/clmcdk fejcn)

Beasiswa PMDSU (Pendidikan Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggul) merupakan program pemerintah yang ditujukan bagi lulusan S1 berprestasi untuk langsung menempuh jalur cepat S2 hingga S3 (fast track) dalam satu rangkaian studi, biasanya sekitar 4 tahun. Program ini diperuntukkan bagi fresh graduate dengan IPK tinggi (umumnya ≥ 3,25–3,80 tergantung kampus), usia relatif muda (sekitar ≤ 24 tahun), WNI, serta memiliki potensi riset dan rekomendasi akademik. PMDSU sangat cocok bagi calon dosen, peneliti, atau akademisi yang ingin fokus pada riset sejak awal.

Dari sisi fasilitas, PMDSU memberikan beasiswa penuh (fully funded) yang mencakup biaya kuliah, uang hidup bulanan, biaya buku, serta dukungan penelitian dan publikasi ilmiah. Selain itu, tersedia peluang kolaborasi riset hingga ke tingkat internasional. Untuk jadwal, pendaftaran biasanya dibuka sekitar Mei–Juni setiap tahun, dilanjutkan dengan seleksi administrasi dan akademik pada Juni–Juli, serta pengumuman hasil sekitar Juli–Agustus (jadwal dapat berubah tiap batch). Program ini dikenal kompetitif dan intensif, sehingga kamu diharapkan siap menjalani studi dengan beban riset yang tinggi dan target akademik yang jelas.

3. Beasiswa Unggulan

ilustrasi wisuda kelulusan (Pexels.com/Adedire Abiodun)

Beasiswa Unggulan (BU) merupakan beasiswa yang diselenggarakan oleh  Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) yang bersifat fully funded atau biaya penuh untuk jenjang S1, S2, dan S3, baik dalam dan luar negeri. Programnya mencakup beberapa kategori seperti siswa/mahasiswa berprestasi, pegawai Kemedikdasmen, serta ada beberapa golongan khusus seperti untuk kelompok disabilitas. Fasillitas yang diperoleh dari beasiswa ini meliputi, biaya kuliah, uang saku bulanan, biaya buku, dan dukungan lain untuk studi. 

Pendaftarannya sendiri biasanya akan dibuka pada bulan Juli, dengan tahapan seleksi administrasi, wawancara, hingga pengumuman akhir.  pelajar/mahasiswa berprestasi, mahasiswa aktif (on-going), calon mahasiswa baru, hingga pegawai Kemendikdasmen, sehingga terbuka cukup luas bagi yang memenuhi kriteria dan ingin melanjutkan pendidikan tinggi dengan dukungan penuh dari pemerintah. 

4. Beasiswa Australia Awards

Ilustrasi beasiswa (Pexels.com/olia danilevich)

Bagi kamu yang tertarik kuliah S2 di Australia, pemerintah Australia membuka beasiswa untuk mahasiswa asal Indonesia guna mendukung pengembangan sumber daya manusia dari negara mitra. Program ini biasanya membuka pendaftaran setiap tahun sekitar bulan Februari hingga April, meskipun jadwal dapat sedikit berubah tergantung kebijakan terbaru. 

Beasiswa ini ditujukan bagi calon mahasiswa yang ingin melanjutkan studi S2 atau S3 di berbagai universitas ternama di Australia. Syarat utama meliputi kewarganegaraan Indonesia, memiliki kemampuan bahasa Inggris (dibuktikan dengan skor IELTS/TOEFL sesuai ketentuan), prestasi akademik yang baik, serta komitmen untuk kembali ke Indonesia setelah menyelesaikan studi. Selain itu, pelamar juga perlu menyiapkan dokumen seperti CV, rencana studi, dan surat rekomendasi.

5. Beasiswa Erasmus Mundus

ilustrasi kelulusan (Pexels.com/Sun)

Beasiswa Erasmus + (Mundus Joint Master Degrees/MJMD) merupakan program beasiswa unggulan dari Uni Eropa yang mendukung studi lanjutan pada jenjang magister (S2) di berbagai  universitas di beberapa negara Eropa. Program ini dirancang untuk membiayai mahasiswa internasional berprestasi dari seluruh dunia (termasuk Indonesia) agar dapat mengikuti program gelar bersama yang diselenggarakan oleh universitas di Eropa. Pendaftaran umumnya  berada di akhir tahun hingga awal tahun akademik berikutnya (misalnya Agustus–November untuk masuk periode studi berikutnya). 

Persyaratan umum yang harus dipenuhi seperti, memiliki gelar sarjana setara bachelor dengan IPK yang baik, kemampuan bahasa Inggris (sering kali dibuktikan dengan skor TOEFL/IELTS sesuai kebutuhan program). Fasilitas Beasiswa Erasmus Mundus sangat komprehensif, mulai dari mendapatkan biaya kuliah penuh, biaya hidup bulanan, biaya perjalanan internasional (termasuk tiket pulang‑pergi dari negara asal dan antar negara tempat kuliah), serta asuransi kesehatan selama masa studi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team