Magetan, IDN Times – Sebanyak 40 proyek infrastruktur di Magetan yang telah direncanakan terpaksa dibatalkan. Pembatalan ini dilakukan imbas pemangkasan anggaran. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Magetan, Muhtar Wakid, membenarkan, jika Dana Alokasi Khusus (DAK) senilai Rp23 miliar batal digunakan.
40 Proyek Infrastruktur di Magetan Batal Dikerjakan Tahun Ini

1. Rp23 miliar dana DAK batal ditransfer
Setidaknya, lima proyek jalan dan satu proyek irigasi di Bulungan, Desa Banyudono, Ngariboyo, dihentikan. Selain itu, pemangkasan dana transfer sebesar Rp13 miliar juga membuat 34 proyek lainnya gagal direalisasikan.
"Yang sudah pasti efisiensi di PUPR dari dana DAK batal sekitar Rp23 miliar, lima lokasi untuk jalan, satu lokasi untuk pembangunan daerah irigasi di Bulungan, dan Rp13 miliar dari dana transfer (34 lokasi) batal dikerjakan, sehingga ada 40 lokasi pekerjaan batal dikerjakan dampak efisiensi," ujar Muhtar Wakid, Selasa (18/02/2025).
2. Efisiensi juga berimbas pada operasional
Masih menurut Muchtar, lima proyek jalan yang terkena dampak efisiensi meliputi, jalan Genengan-Takeran, jalan Tulung-Kenongomulyo, jalan Genengan-Lembeyan, kemudian jalan Plaosan-Turus dan jalan Pupus-Semen. "Selain itu, proyek pembangunan jalan dan drainase di depan Kampus Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dan Stasiun Magetan juga batal dikerjakan, meskipun pendanaannya berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Magetan," terangnya.
Efisiensi juga berpotensi dilakukan pada perjalanan dinas (SPPD), konsumsi rapat (makan minum), serta pengadaan alat tulis kantor (ATK). Namun, keputusan akhir masih menunggu petunjuk lebih lanjut dari pemerintah pusat.
3. Proyek dari APBD tetap berjalan
Meski banyak proyek yang terdampak, Muhtar memastikan bahwa infrastruktur yang didanai APBD tetap berlanjut. Namun, ada kemungkinan perubahan prioritas dalam alokasi anggaran untuk memastikan proyek yang lebih mendesak bisa tetap berjalan. "Betul yang APBD tetap lanjut, tapi akan ada pergeseran prioritas untuk realokasi yang lebih prioritas," tegasnya.
Efisiensi anggaran ini menjadi tantangan besar bagi pembangunan infrastruktur di Magetan, terutama dalam peningkatan kualitas jalan dan fasilitas umum. Pemerintah daerah diharapkan dapat mencari solusi agar proyek-proyek yang batal dikerjakan bisa tetap direalisasikan di masa mendatang.