Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
4 Objek Wisata di Surabaya Diawasi, Waspada Lonjakan Wisatawan
Upacara Melasti di Pantai Kenjeran Surabaya, Sabtu (22/3/2025). (Dok. Diskominfo Kota Surabaya)

Surabaya, IDN Times - Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disbudporapar) Kota Surabaya meningkatkan pengawasan terhadap objek-objek wisata selama libur Lebaran 2025. Adapun objek wisata yang diawasi, Kebun Binatang Surabaya (KBS), THP Kenjeran, dan Kenjeran Park (Kenpark) atau Atlantis Land.

Kepala Bidang Pariwisata Disbudporapar Kota Surabaya, Farah Andita Ramdhani mengatakan, pengawasan ini lantaran selama masa libur Lebaran, diprediksi terjadi lonjakan pengunjung di sejumlah objek wisata Kota Pahlawan.

"Beberapa titik yang setiap tahun menjadi rujukan wisatawan adalah Kebun Binatang Surabaya (KBS), THP Kenjeran, dan Kenjeran Park (Kenpark) atau Atlantis Land," ujarnya, Rabu (2/4/2025).

Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, Disbudporapar telah melakukan pembinaan dan pengecekan langsung ke lapangan bersama dengan para pengelola objek wisata. Mereka memberikan imbauan dan sosialisasi terkait keamanan dan keselamatan pengunjung, sesuai dengan aturan dan pedoman dari provinsi maupun Kementerian Pariwisata.

"Kami menyampaikan poin-poin keamanan dan kenyamanan pengunjung yang harus disiapkan oleh setiap pengelola. Termasuk memastikan bahwa wahana yang dibuka untuk pengunjung umum sudah memenuhi standar keamanan," tegasnya.

Selain itu, Farah menyebutkan bahwa Disbudporapar juga menekankan pentingnya koordinasi dengan instansi terkait, termasuk Dinas Tenaga Kerja Provinsi Jawa Timur terkait Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lingkungan (K3L), untuk memastikan keamanan wahana dan fasilitas lainnya.

"Pihak pengelola juga memiliki kewajiban untuk memastikan bahwa wahana yang dibuka untuk pengunjung umum itu juga sudah dalam standar keamanan," imbuh dia.

Selama monitoring ke objek wisata, Disbudporapar memberikan saran perbaikan kepada pengelola, khususnya terkait manajemen kerumunan. Termasuk pengaturan alur pengunjung di loket, penambahan petugas, pengaturan parkir, penyiapan satgas kedaruratan, tim kesehatan hingga soal kebersihan toilet dan musala.

"Secara umum, perhatian kami adalah manajemen kerumunan, pelayanan di loket, penambahan petugas, parkir, satgas kedaruratan, tim kesehatan, serta kebersihan toilet dan musala," ungkapnya.

 "Pada saat hari libur Lebaran, kami juga memiliki tim yang turun untuk melakukan monitoring ke lokasi-lokasi yang dianggap memiliki jumlah pengunjung tinggi berdasarkan data yang masuk," tambahnya.

 Untuk mendukung daya tarik wisata selama libur Lebaran, Farah menyampaikan bahwa Disbudporapar juga mendorong destinasi-destinasi wisata di Kota Pahlawan untuk membuat atraksi khusus yang tidak ada di hari-hari biasa.

"Kami juga mendorong destinasi-destinasi itu untuk membuat atraksi khusus selama libur Lebaran, karena dengan pengunjung yang pasti lebih tinggi dari bulan sebelumnya, atraksi yang menarik akan menambah daya tarik," pumgkasnya.

Editorial Team

Related Article