Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
35 Medali, Bonus Rp1,8 Miliar Cair untuk Atlet Paralimpik Jatim
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa didampingi Sekda Provinsi Jatim Adhy Karyono saat berikan bonus kepada atlet paralimpik berprestasi. Dok. Pemprov Jatim.
  • Pemprov Jawa Timur memberikan bonus Rp1,845 miliar kepada 15 atlet dan dua pelatih paralimpik atas raihan 35 medali di ASEAN Para Games 2025 Thailand.
  • Gubernur Khofifah menegaskan penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras dan kontribusi besar kontingen Jatim di enam cabang olahraga difabel tingkat Asia Tenggara.
  • NPCI Jatim menyebut prestasi ini hasil pembinaan jangka panjang, sementara Pemprov berkomitmen memperkuat sport science dan pusat pelatihan terintegrasi bagi atlet disabilitas.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Surabaya, IDN Times - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) menggelontorkan bonus apresiasi sebesar Rp1,845 miliar kepada atlet paralimpik berprestasi usai ASEAN Para Games 2025 di Thailand. Bonus tersebut diberikan kepada 15 atlet dan dua pelatih.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menyebut penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas capaian signifikan kontingen Jatim yang berhasil mengoleksi total 35 medali. Rinciannya terdiri dari 10 medali emas, 19 perak, dan 6 perunggu.

“Ini adalah hasil dari kerja keras, latihan panjang, serta mental juara para atlet dan pelatih,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima, Kamis (16/4/2026).

Sebanyak 15 atlet tersebut bertanding di enam cabang olahraga, yakni para atletik, para renang, para panahan, para bulu tangkis, para tenis meja, dan voli duduk. Capaian ini sekaligus menegaskan kontribusi besar Jatim dalam ajang olahraga difabel tingkat Asia Tenggara tersebut.

Ketua NPCI Jawa Timur, Imam Kuncoro menambahkan, prestasi tersebut merupakan hasil pembinaan jangka panjang yang terukur. Ia mengungkapkan, pada 2025 pihaknya telah menjaring sekitar 350 calon atlet muda dari berbagai kabupaten/kota sebagai bagian dari regenerasi.

“Prestasi ini tidak instan. Ini hasil proses panjang dan berjenjang,” katanya.

Selain capaian medali, nilai bonus yang mencapai hampir Rp2 miliar ini menjadi salah satu bentuk dukungan konkret pemerintah daerah terhadap atlet disabilitas. Pemprov Jatim juga menegaskan akan memperkuat pembinaan melalui pendekatan sport science serta pengembangan pusat pelatihan terintegrasi.

Salah satu atlet para renang, Mutiara Cantik, juga menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Ia mengaku capaian medali yang diraih merupakan hasil dari proses panjang dan penuh perjuangan.

“Medali yang saya bawa pulang dari ASEAN Para Games ini hasil dari proses panjang yang tidak mudah. Bagi atlet disabilitas, setiap detik pemusatan latihan adalah perjuangan untuk melampaui batas fisik dan mental. Satu hal yang menguatkan saya diarena pertandingan, saya membawa nama besar Jawa Timur,” kata Mutiara.

“Terima kasih Pemprov Jatim tidak membiarkan kami berjuang sendirian. Semoga dengan adanya apresiasi ini bisa mendorong kami untuk lebih berprestasi lagi,” pungkasnya.

Editorial Team