Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Tukang Pijat Tewas Telanjang, Polisi Masih Selidiki Penyebab Kematian

Kota Surabaya
Tukang Pijat Tewas Telanjang, Polisi Masih Selidiki Penyebab Kematian
Evakuasi Jenazah Tukang Pijat di Banjar Sugihan Selasa (10/3). IDN Times/Tarida Alif
Share Article

Surabaya, IDN Times - Penemuan jenazah seorang tukang pijat di wilayah Banjar Sugihan, Tandes, Surabaya, Selasa (10/3), masih dalam penyelidikan polisi. Korban berjenis kelamin perempuan itu diketahui bernama Kasri (80). Dia ditemukan tak bernyawa dengan kondisi tanpa busana.

  1. 1. Korban orang yang ramah

    Pemilik Kos, Durajak saat diwawancarai seusai evakuasi. IDN Times/Tarida Alif
    Pemilik Kos, Durajak saat diwawancarai seusai evakuasi. IDN Times/Tarida Alif

    Kasri sehari-hari tinggal di kamar kos. Dia bekerja sebagai tukang pijat panggilan. Pelanggannya kebanyakan tak jauh dari tempatnya tinggal.

    Pemilik kos, Durajak mengatakan, korban dikenal ramah ke orang-orang di sekitarnya. "Biasanya ketemu ibunya (Kasri) pagi, mbak. Tadi pagi juga terlihat ngangsu (menimba air). Beliaunya terlihat sehat tadi pagi. Kalau ketemu ya suka nyapa juga," kata Durajak kepada IDN Times.

  2. 2. Tak ada yang tahu persis kejadiannya

    (IDN Times/Mia Amalia)
    (IDN Times/Mia Amalia)

    Penemuan jenazah Kasri pada pagi ini tak banyak diketahui oleh tetangga. Durajak yang tinggal 3 rumah dari kamar korban mengatakan, warga tak ada yang mengetahui apapun. "Tiba tiba kami tahu ya ramai-ramai ini. Kalau pagi di sini sepi, sorenya baru ramai," tambahnya.

  3. 3. Polisi terus lakukan penyelidikan

    Kondisi TKP ditemukan jenazah di Banjar Sugihan Selasa (10/3). IDN Times/Tarida Alif
    Kondisi TKP ditemukan jenazah di Banjar Sugihan Selasa (10/3). IDN Times/Tarida Alif

    Hingga berita ini di-publish, belum diketahui pasti penyebab kematian korban. Kapolsek Tandes AKP Ricky Tri Dharma mengatakan, pihaknya masih menghimpun keterangan beberapa orang.

    "Kami akan terus menggali informasi. Sementara kemungkinan-kemungkinan yang bermunculan (pembunuhan) tidak bisa kami benarkan," tegas Ricky.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More