Asal Usul Berdirinya Lamongan dan Pemuda Bernama Hadi
Follow IDN Times untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel & Google News
Lamongan, IDN Times - Rangkaian puncak peringatan Hari Jadi Kabupaten Lamongan (HJL) Ke-453, Kamis (26/5/2022) kali ini diperingati secara meriah. Para peserta terlihat antusias mengikuti acara tersebut. Maklum, dua tahun terakhir, acara dilaksanakan secara sederhana karena pandemik COVID-19. Kirab budaya Pasamuan Agung dan juga drumband serta iring-iringan kendaraan mobil Forkompinda turut memeriahkan acara tersebut.
1. Kisah berdirinya Lamongan tak lepas dari pemuda bernama Hadi
Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi mengatakan, kisah berdirinya Kabupaten Lamongan tak lepas dari peran pemuda Ngimbang yang bernama Hadi. Pemuda yang diyakini berasal dari Dusun Cancing atau sekarang dikenal dengan Desa Sendangrejo, Kecamatan Ngimbang, Lamongan itu merupakan seorang santri di Kasunanan Giri.
"Semasa menjadi santri, Hadi dikenal sebagai seorang santri yang sangat pandai dan menjadi salah satu santri yang disayanginya oleh Kanjeng Sunan Giri," tuturnya.
2. Hadi memiliki kepandaian di bidang agama dan pemerintahan
Karena kepandaiannya dalam mempelajari ilmu agama dan juga pemerintahan, , lanjut Yuhronur, Hadi pun kemudian diperintahkan oleh Sunan Giri untuk menyebarluaskan Agama Islam. Ia juga diminta untuk mengatur pemerintahan dan kehidupan rakyat di kawasan yang terletak di sebelah barat Kasunanan Giri yang bernama Kenduruan. Kawasan itu kini merupakan Kelurahan Sidokumpul, Kecamatan Kota Lamongan.
"Untuk melaksanakan tugas yang sangat berat itu, Kanjeng Sunan Giri memberikan pangkat Rangga kepada Hadi, sehingga menjadi Ranggahadi," jelasnya.
3. Pada tahun 1569 Masehi Ranggahadi diangkat menjadi Adipati Lamongan.
Kemudian, kata Yuhronur, pada tahun 1569 Masehi Ranggahadi diangkat menjadi Adipati Lamongan. Pengangkatan Adipati itu dilakukan oleh Kanjeng Sunan Giri IV yang bergelar Sunan Prapen di Puri Kasunanan Giri di Gresik. Upacara itu dihadiri oleh para pembesar yang sudah masuk agama Islam dan para Sentana Agung Kasunanan Giri. Ia bergelar Tumenggung Surajaya.
"Oleh karena itu pada tanggal 26 Mei 2022 ini kita peringati sebagai puncak peringatan HJL yang bertepatan dengan diwisudanya Adipati Ranggahadi oleh Kanjeng Sunan Giri IV," kata Yuhronur Efendi.
Baca Juga: Profil Yuhronur Efendi, Birokrat Tulen yang Jadi Bupati Lamongan
4. Puncak peringatan HJL ditandai dengan Pasamuan Agung
Pada saat, lanjut Yuhronur Efendi, menjadi pemimpin dan menyebarkan Agama Islam di Lamongan Ranggahadi sangat disegani oleh masyarakat Lamongan. Sejak saat itulah masyarakat kemudian dijuluki Mbah Lamong. Dan ini kemudian menjadi nama Kabupaten Lamongan. Sementara acara puncak HJL sendiri ditandai dengan diawali dengan pemasangan Oncer Sesanti Lambang Daerah kemudian kemudian diarak menuju Pendopo Lokatantra Lamongan dan dilanjutkan dengan Pasamuan Agung.
"Melalui momentum peringatan HJL ini, mari kita bangkitkan kejayaan Lamongan dengan bahu membahu sama-sama membangun daerah ini," pungkasnya.
Baca Juga: Bak Sultan! Para Pedagang Pecel Lele di Lamongan Tebarkan Uang
IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.