Paslon AMIN Lengkap Kampanye di Tulungagung, Ini Alasannya

Tulungagung, IDN Times - Hanya pasangan Capres dan Cawapres nomor urut 01, Anies Baswedan dan Muhaihim Iskandar yang berkunjung ke Tulungagung selama masa kampanye pemilu tahun ini. Meskipun tidak datang bersamaan, namun keduanya kompak menjadikan Tulungagung sebagai salah satu lokasi kampanye. Muhaimin Iskandar diketahui turun ke Tulungagung pada 25 Januari 2024 dengan bertemu para pembudidaya ikan air tawar di Desa Wates, Kecamatan Sumbergempol dan mengunjungi beberapa lokasi lain. Sedangkan Anies Baswedan hari ini menggelar kampanye bertajuk sapa mataraman di Tulungagung.
1. Komitmen pembangunan di wilayah selatan Jatim

Bagi Anies, Tulungagung memiliki arti tersendiri. Menurutnya kedatangannya ini merupakan bentuk komitmen terhadap wilayah selatan Jawa Timur. Selama ini wilayah selatan Jatim sering kali terlewatkan dalam berbagai macam program pembangunan. Sehingga terjadi disparitas antara wilayah selatan dengan daerah lain di Jawa.
"Selatan ini penting, seringkali kawasan selatan ini yang terlewat, dalam pembangunan terlewatkan, dalam kunjungan terlewatkan, dalam kampanye terlewatkan, saya datangi semuanya, Tulungagung saya datang, Ponorogo datang, Pacitan datang, Trenggalek datang, Madiun datang," ujarnya, Jumat (9/2/2024).
2. Janjikan percepatan pembangunan

Anies juga berjanji mendorong percepatan pembangunan wilayah selatan Jawa Timur atau Mataraman. Mantan Gubernur DKI ini ingin kawasan selatan memiliki kemajuan yang pesat dan setara dengan daerah lain.
"Tidak boleh karena jauh dari ibu kota provinsi malah tertinggal jauh dari jalur-jalur utama, perdagangan tertinggal. Kami ingin kawasan selatan ini maju," imbuhnya.
3. Tulungagung juga simpan mitos tersendiri

Sementara itu, Co Captain Tim Kampanye Provinsi Amin bidang Gen Z dan Milenial, Eva Munaifah Djazilah mengatakan Tulungagung memiliki nilai spiritual yang berbeda dengan daerah lain.
Rencana semula, kampanye digelar di Kediri, namun ada kepercayaan Kediri tidak boleh didatangi pemimpin negara. Tulungagung mempunyai mitos yang turun temurun dijaga para sesepuh. Kabupaten daerah penghasil marmer ini dipercayai mempunyai pertolongan bagi pejabat yang datang.
"Akhirnya kami pindahkan ke Tulungagung karena lokasinya paling strategis. Tulungagung di tengah-tengah, mudah diakses dari daerah sekitar," pungkasnya.



















