Surabaya, IDN Times - Wakil Gubernur Jawa Timur (Jatim), Emil Elestianto Dardak merespons menjamurnya aksi unjuk rasa yang menjadikan depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, sebagai titik penyampaian aspirasi. Ia menyebut pemilihan Grahadi lebih didasari keinginan massa agar suara mereka mendapat gaung yang lebih luas.
Menurut Emil, para demonstran menilai kawasan depan Grahadi memiliki daya resonansi yang kuat dibanding lokasi lain di Surabaya sehingga dipilih sebagai pusat penyampaian aspirasi. "Teman-teman menyampaikan bahwa mereka hanya ingin tempat yang resonansinya kuat. Dari semua tempat di Surabaya, yang dianggap resonansinya kuat ya di jalan depan Grahadi," ujarnya, Selasa (23/6/2026).
Emil menegaskan Pemprov Jatim menghormati pilihan lokasi demonstrasi selama penyampaian aspirasi dilakukan sesuai ketentuan. Ia menyebut selain Grahadi, sejumlah titik lain seperti kawasan depan Tugu Pahlawan maupun Kantor Pemprov di Jalan Pahlawan dan Indrapura juga kerap menjadi lokasi unjuk rasa.
"Silakan saja. Ada juga yang menyampaikan aspirasi di depan Tugu Pahlawan atau Indrapura. Itu juga tempat yang strategis. Kami menghormati di mana pun rekan-rekan memilih menyampaikan aspirasi," katanya.
Menanggapi kemungkinan pemerintah menemui massa aksi, Emil mengatakan justru para demonstran tidak menginginkan dialog langsung dengan pejabat pemerintah. Berdasarkan komunikasi yang diterima Pemprov, tujuan utama aksi adalah memastikan pesan yang mereka bawa memperoleh perhatian publik seluas mungkin.
"Justru teman-teman dari aksi yang menyampaikan tidak ingin ditemui oleh pejabat pemerintahan karena mereka hanya ingin memastikan resonansinya, gemanya itu luas," pungkasnya.
Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Wagub Jatim Emil Ungkap Grahadi Jadi Spot Favorit Demonstrasi

Ilustrasi aksi masyarakat sipil di Depan Gedung Negara Grahadi. (IDN Times/Khusnul Hasana)
Editorial Team
EditorZumrotul Abidin