Malang, IDN Times - Media sosial dihebohkan dengan dugaan pelecehan verbal oleh seorang guru berinisial R kepada sejumlah siswi SMKN 4 Kota Malang. Dalam video yang beredar, terlihat sejumlah siswi berbaris dengan mengangkat hijab menghadap salah satu guru laki-laki berinisial R. Kemudian pembuat video membuat narasi kalau guru tersebut juga melakukan pelecehan verbal kepada para siswi.
Viral Dugaan Pelecehan Verbal oleh Guru SMKN 4 Malang
Take a Deeper Read
1. Begini penjelasan pihak SMKN 4 Kota Malang
Waka Humas SMKN 4 Kota Malang, Tri Yudi Yudawan mengungkapkan jika kejadian yang viral di video tersebut terjadi pada 13 Oktober 2026. Tapi ia membantah jika guru berinisial R memaksa para siswi perempuan membuka hijab. Guru Z tersebut disebut menyuruh siswi mengangkat sedikit hijabnya untuk memeriksa apakah mereka masih memakai hasduk.
"Saat itu tujuannya tatib mengecek kelengkapan seragam pramuka, Pak R tidak yang membuka (Hijab), yang membuka siswa sendiri diperlihatkan ke guru. Sudah ditegur juga saat itu, saat itu posisinya (R) tatib baru sudah meminta maaf," terangnya saat dikonfirmasi pada Kamis (5/11/2026).
2. Ada kata-kata yang menjurus ke pelecehan verbal
Yudi mengungkapkan juga ada dugaan pelecehan verbal yang dilakukan R pada Senin (2/11/2026), saat itu R maju memberikan ceramah penguatan untuk para siswa/siswi. Saat itu, R mendapat laporan jika ada siswa/siswi yang mulai tidak tertib dengan memakai seragam tidak sesuai aturan sekolah.
Kemudian ada satu siswi yang kedapatan memakai kemeja putih dengan dalaman warna pink, sehingga warna dalamannya tembus dan bisa dilihat siswa lain. Di sinilah ada teguran dari R yang dianggap sebagai pelecehan verbal kepada siswi tersebut. "Apa yang sudah kita lakukan urutannya sudah koordinasi dengan internal, manajemen, pemanggilan anaknya ditemani 2 orang. Kita klarifikasi kenapa kok tidak ngomong ke wali kelas atau BK, memang tidak ada laporan sama sekali yang verbal itu," jelasnya.
3. R telah dinonaktifkan sebagai anggota guru tatib
Yudi menjelaskan jika alasan siswi tersebut membuat video tersebut murni untuk mengetahui apakah ada siswa lain yang bernasib sama seperti dirinya. Tapi ia menyayangkan video tersebut justru menjadi viral, padahal bisa berkomunikasi lebih dulu pada wali kelas dan BK.
"Pak R mengakui cara dia menegur salah, ada kalimat akhirnya yang dianggap guyon, tapi ternyata disalah artikan oleh siswa. Bukan ke satu siswa saja, tapi ke seluruh siswa lapangan. Pak R juga sudah dipanggil Cabdin (Cabang Dinas Pendidikan Kota Malang), sudah konfirmasi dan segala macam, untuk sementara di nonaktifkan sebagai koordinator tatib," pungkasnya.
Curated For You
- Viral Perempuan di Malang Melahirkan di Toko Parfum, Ini Faktanya04 Nov 2026, 11:34 WIB