Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Usai Diakui UNESCO, Grebeg Suro 2026 di Ponorogo Dibanjiri Peserta
Sebanyak 32 grup reog dari berbagai daerah di Indonesia ambil bagian dalam Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP) 2026. IDN Times/Istimewa.
  • Pengakuan UNESCO terhadap Reog Ponorogo membuat Grebeg Suro 2026 semakin meriah, dengan 32 grup reog dari berbagai daerah tampil di Alun-alun Ponorogo.
  • Festival Nasional Reog Ponorogo menjadi ajang pelestarian budaya sekaligus memperkuat identitas Ponorogo di tingkat nasional dan internasional.
  • Keterlibatan Sekolah Rakyat Ponorogo menunjukkan upaya memasukkan nilai budaya ke dunia pendidikan agar generasi muda mencintai warisan bangsa.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Ponorogo, IDN Times – Pengakuan Reog Ponorogo sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Dunia oleh UNESCO tampaknya semakin mengangkat pamor kesenian khas Bumi Reog. Hal itu terlihat dari antusiasme peserta yang memadati pembukaan Grebeg Suro 2026 di Alun-alun Ponorogo.

Sebanyak 32 grup reog dari berbagai daerah di Indonesia ambil bagian dalam Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP) 2026. Tak hanya berasal dari Ponorogo, peserta juga datang dari sejumlah daerah seperti DKI Jakarta, Jawa Timur, hingga Palembang. Bahkan, tahun ini turut tampil grup Reog Sekolah Rakyat Ponorogo yang menjadi perhatian pengunjung.

1. Jadi ajang pelestarian budaya setelah pengakuan UNESCO

Sebanyak 32 grup reog dari berbagai daerah di Indonesia ambil bagian dalam Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP) 2026. IDN Times/Istimewa.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Ponorogo, Lisdyarita, mengatakan Grebeg Suro bukan sekadar agenda tahunan. Lebih dari itu, festival ini menjadi wadah untuk menjaga eksistensi Reog Ponorogo agar tetap hidup dan berkembang di tengah perubahan zaman.

Menurutnya, status Reog Ponorogo sebagai warisan budaya dunia memberikan tanggung jawab besar bagi masyarakat untuk terus merawat dan mengenalkannya kepada generasi muda.

"Ada banyak yang ikut, sekitar 32 grup reog. Tahun ini ada dari Pemprov Jatim, Sekolah Rakyat Ponorogo, serta Palembang," kata Lisdyarita, Senin (15/6/2026).

Ia menambahkan, Grebeg Suro menjadi momentum penting untuk memperkuat identitas budaya sekaligus memperkenalkan Ponorogo ke panggung nasional dan internasional.

2. Peserta datang dari berbagai daerah di Indonesia

Sebanyak 32 grup reog dari berbagai daerah di Indonesia ambil bagian dalam Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP) 2026. IDN Times/Istimewa.

Festival yang memperebutkan Piala Presiden tersebut diikuti berbagai kelompok reog dengan latar belakang beragam. Mulai dari perwakilan perguruan tinggi, kelompok seni daerah, hingga grup reog yang mewakili instansi pemerintah.

Kehadiran peserta dari luar Ponorogo menunjukkan bahwa Reog kini tidak lagi hanya menjadi kebanggaan masyarakat setempat. Kesenian tersebut telah berkembang menjadi simbol budaya yang diminati berbagai daerah di Indonesia.

Antusiasme peserta dan penonton yang memadati kawasan Alun-alun Ponorogo menjadi bukti bahwa daya tarik Reog semakin kuat setelah mendapat pengakuan dunia.

3. Reog masuk dunia pendidikan melalui Sekolah Rakyat

Sebanyak 32 grup reog dari berbagai daerah di Indonesia ambil bagian dalam Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP) 2026. IDN Times/Istimewa.

Salah satu peserta yang mencuri perhatian adalah grup Reog dari Sekolah Rakyat Terintegrasi 5 Ponorogo. Kepala sekolah setempat, Devit Tri Candrawati, mengungkapkan bahwa pembentukan grup reog di lingkungan sekolah berawal dari keinginan untuk menjadikan budaya sebagai bagian dari proses pendidikan.

Menurutnya, pendidikan tidak cukup hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga harus mampu menanamkan kecintaan terhadap budaya bangsa sejak dini.

"Munculnya ide membentuk grup reog di Sekolah Rakyat ini terinspirasi dari pepatah yang dikatakan Pak Prabowo, bahwa negara yang besar adalah negara yang mengutamakan kebudayaan," ujarnya.

Selain Festival Nasional Reog Ponorogo, rangkaian Grebeg Suro 2026 juga dimeriahkan dengan Festival Reog Remaja dan berbagai agenda budaya lainnya. Kehadiran puluhan grup reog dari berbagai penjuru Indonesia menjadi bukti bahwa Reog Ponorogo semakin mendapat tempat di hati masyarakat, sekaligus memperkuat posisinya sebagai warisan budaya yang mendunia.

Editorial Team

Related Article