Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

UINSA Kembali Membara, Minta Rektor Muzakki Mundur

Kota Surabaya
3 min read
UINSA Kembali Membara, Minta Rektor Muzakki Mundur
Mahasiswa UINSA saat menggelar aksi tuntut rektor mundur, Kamis (17/9/2026). (IDN Times/Khusnul Hasana)
  • Ratusan mahasiswa UINSA kembali beraksi pada 17 September 2026, menuntut Rektor Prof. Akhmad Muzakki mundur setelah pelantikannya untuk periode 2026-2030.
  • Massa membakar benda di depan rektorat dan masjid, sementara aparat kepolisian serta TNI berjaga; mahasiswa juga sempat dicegah memasuki area kampus.
  • Tuntutan mencakup evaluasi UKT, kapasitas mahasiswa dan fasilitas, transparansi informasi, kasus Kopertais, layanan mahasiswa baru, jam malam, serta mekanisme peminjaman tempat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Surabaya, IDN Times - Kampus Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) kembali membara, Kamis (17/9/2026). Ratusan mahasiswa kembali menggelar aksi menuntut Rekor, Prof Akhmad Muzakki yang baru dilantik agar mundur.

Aksi tersebut merupakan buntut pelantikan Muzakki sebagai Rektor UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya periode 2026-2030. Ratusan mahasiswa turun ke kampus sejak Rabu (16/9/2026) sehari setelah Muzakki dilantik Menteri Agama di Jakarta.

Sejumlah mahasiswa itu mulai aksi sejak pukul 10.00 WIB. Kampus UINSA juga tampak dijaga aparat dari kepolisian dan TNI. Massa aksi membakar sejumlah benda-benda di depan gedung rektorat. Mereka juga melakukan aksi bakar-bakar di depan masjid UINSA. Bahkan, di aksi hari kedua tersebut, mahasiswa sempat dicegah agar tidak masuk ke area kampus.

Kordinator aksi, Koko Prakoso mengatakan, tuntutan pada aksi hari ini tak beda jauh dengan kemarin, yakni meminta agar rektor Muzakki dicopot atau mundur secara pribadi. Mahasiswa menilai, pada kepemimpinan pertama, Muzakki tidak bekerja secara maksimal. "Muzakki telah melakukan banyak kecacatan yang merugikan mahasiswa. Salah satunya Uang Kuliah Tunggal (UKT). UKT mahal, mahasiswa tambah banyak, ini benar-benar mencekik, ya. Perpustakaan mangkrak," ungkap dia.

Koko bilang, aksi hari ini adalah lanjutan dari demonstrasi kemarin. Pada aksi kemarin, pihaknya tak ditemui oleh Muzakki, sehingga mereka kembali menggelar aksi agar Muzakki menemui massa. "Harapan kami Muzakki, Pak Muzakki, Prof. Muzakki, Rektor yang dipilih kembali dapat menemui kami. Karena kalau tidak, ya kami akan terus melakukan aksi," ucapnya.

Selain melakukan aksi, pihaknya juga berencana untuk menemui Komisi VIII DPR RI. Ia berharap agar Komisi VIII menjembatani mahasiswa UINSA untuk bertemu dengan Kementerian Agama (Agama). Sebab, Muzakki kembali menjadi Rektor atas keputusan Kemenag.

"Kami akan meminta kepada DPR RI Komisi 8 ya, untuk menjembatani kami mengadakan Rapat Dengar Pendapat. Karena Kemenag sudah tidak kompeten, sudah tidak menjalankan tugasnya secara maksimal atau totalitas untuk keputusan yang ini," terang dia.

Adapun tujuh plus delapan tuntutan UINSA itu yakni:

1. Tuntutan pertama itu copot secara tidak hormat atau mundur secara pribadi Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya.

2. Mendesak pimpinan UIN Sunan Ampel Surabaya untuk memberikan pernyataan publik terkait PPID yang baru terbentuk pada tahun 2025, terhitung selama 3 tahun UINSA mengkhianati mandatori UU Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik yang mengindikasikan adanya dugaan korupsi.

3. Usut tuntas kasus Kopertais yang melibatkan Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya sebagai terlapor.

4. Menuntut klarifikasi dan tenggat waktu atas terlambatnya pembagian buku, KTM, dan almamater mahasiswa baru.

5. Menuntut pertanggungjawaban atas penerimaan mahasiswa baru yang terlalu banyak sehingga berdampak pada keterbatasan fasilitas di kampus.

6. Hapus kebijakan jam malam yang tidak pro terhadap kebutuhan non-akademik mahasiswa.

7. Menuntut pertanggungjawaban atas kebijakan penentuan UKT mahasiswa baru yang tidak pro mahasiswa menengah ke bawah.

8. Hapus mekanisme peminjaman tempat yang selalu dipersulit.

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More