Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Aksi Tolak Rektor UINSA Memanas, Mahasiswa Demo hingga Ada Aksi Bakar

Kota Surabaya
3 min read
Aksi Tolak Rektor UINSA Memanas, Mahasiswa Demo hingga Ada Aksi Bakar
Aksi protes mahasiswa Uinsa terhadap pelantikan Rektor Akh. Muzakki. Dok. Istimewa.
  • Ratusan mahasiswa UINSA Surabaya beraksi menolak pelantikan kembali Akh. Muzakki sebagai rektor periode 2026-2030, merusak dan membakar karangan bunga ucapan selamat.
  • Mahasiswa menuntut penolakan Muzakki, audit laporan pertanggungjawabannya, kampus aman, objektivitas Menteri Agama, serta peningkatan penanganan perkara oleh Kejaksaan; status tersangka masih berupa tuntutan.
  • Penolakan juga muncul lewat spanduk, meme, dan seruan boikot, didukung keberatan dosen, Forum Guru Besar, serta alumni yang menyoroti dugaan persoalan hukum dan tata kelola kampus.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Surabaya, IDN Times - Pelantikan Akh. Muzakki sebagai Rektor UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya periode 2026-2030 memantik gelombang protes. Ratusan mahasiswa turun ke kampus pada Rabu (16/9/2026), sehari setelah Muzakki dilantik Menteri Agama di Jakarta.

Aksi penolakan bahkan memanas. Massa mahasiswa merusak dan membakar karangan bunga ucapan selamat yang dipasang untuk menyambut pelantikan rektor baru.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, massa mulai berdatangan sekitar pukul 08.00 WIB. Mahasiswa dari sejumlah fakultas membawa spanduk dan menyuarakan penolakan terhadap Muzakki yang kembali dipercaya memimpin UINSA.

Menjelang pukul 11.00 WIB, massa mendesak masuk ke gedung rektorat utama. Mahasiswa kemudian membentuk lingkaran untuk menyampaikan aspirasi dan bergantian berorasi.

Penolakan tersebut bukan hanya menyasar figur rektor, tetapi juga mempertanyakan tata kelola kampus serta persoalan hukum yang mereka kaitkan dengan Muzakki.

Setidaknya terdapat lima tuntutan yang disuarakan mahasiswa. Pertama, menolak Akh. Muzakki sebagai rektor dengan alasan adanya persoalan hukum dan tudingan ketidakmampuan dalam memimpin kampus.

Kedua, mahasiswa menuntut kampus menjadi tempat yang aman dan harmonis bagi dosen, mahasiswa, serta tenaga kependidikan.

Ketiga, mereka meminta audit terhadap laporan pertanggungjawaban Muzakki selama menjabat sebagai Rektor UINSA.

Keempat, mahasiswa mendesak Menteri Agama bertindak objektif dan memilih rektor berdasarkan aspirasi warga UINSA.

Kelima, mereka mendesak Kejaksaan meningkatkan penanganan perkara yang mereka soroti ke tahap penyidikan serta menetapkan Muzakki sebagai tersangka.

Terkait tuntutan terakhir, status hukum tersebut merupakan permintaan mahasiswa. Belum ada informasi dalam bahan ini yang menunjukkan bahwa Muzakki telah ditetapkan sebagai tersangka.

Spanduk hingga Meme Penolakan Bermunculan

Gelombang penolakan terhadap Muzakki sebenarnya telah muncul sejak pelantikannya pada Selasa (15/9/2026). Sebuah spanduk yang terpasang di jembatan penyeberangan di depan kampus UINSA, Jalan A. Yani, memuat tulisan, "Tolak Rektor Muzakki 2 Periode."

Di media sosial juga beredar sejumlah ekspresi penolakan, termasuk narasi "UINSA Berduka" dan ajakan untuk melakukan aksi serta boikot aktivitas kampus. Kritik bahkan dikemas dalam bentuk satire melalui meme yang beredar di media sosial.

Dari kalangan dosen, Dr. Hermanto Jakfar sebelumnya menyatakan keberatan terhadap pengangkatan kembali Muzakki. "Kami para dosen merasa keberatan atas pengangkatan kembali Akh Muzakki. Hal ini karena rektor yang baru dilantik ini diduga melakukan tindak pidana dari pengaduan masyarakat," ujarnya.

Penolakan juga disampaikan Forum Guru Besar UINSA. Juru bicara Forum Guru Besar UINSA, Prof. Ghazali Said, menyebut persoalan yang mereka soroti berkaitan dengan tata kelola kampus. "Kami menolak karena tata kelola yang dilakukan banyak menimbulkan kegaduhan di kampus UINSA," katanya.

Sementara dari kalangan alumni, Wakil Ketua Umum Ikatan Alumni UINSA Ahmad Bajuri meminta Menteri Agama mengevaluasi kembali keputusan pengangkatan Muzakki. "Jika nanti rektor ini diperiksa kejaksaan, ini pasti membuat nama baik UINSA tercoreng," ujarnya.

Muzakki sendiri telah resmi dilantik sebagai Rektor UINSA periode 2026-2030 di kantor Kementerian Agama, Jakarta, Selasa (15/9/2026). Sebelum terpilih, terdapat sejumlah guru besar yang mengikuti proses pemilihan rektor UINSA. Di antaranya Prof. Dr. Masdar Hilmy, Prof. Dr. Abdul Chalik, Prof. Dr. Khoirun Niam, Prof. Dr. Evi Fatimatur Rusydiyah, Prof. Dr. Idri, Prof. Dr. Akh. Muzakki, Prof. Dr. Siti Warjiyati, dan Prof. Dr. Rubaidi.

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More