Tanah Retak di Saradan Madiun, 2 Rumah Terdampak Longsor

1. Warga sempat dengar suara gemuruh

Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Madiun, Boby Saktia Putra Lubis, mengatakan tim langsung bergerak melakukan assessment begitu menerima laporan dari warga.
"Sekitar pukul 01.00 WIB terjadi tanah gerak atau longsor yang terdengar oleh warga. Akibatnya dua rumah terdampak karena kondisi tanah yang labil,” ujar Boby, Jumat (27/2/2026).
Peristiwa tanah gerak terjadi sekitar pukul 01.00 WIB di RT 17 RW 03 Desa Sumberbendo. Warga mendengar suara gemuruh sebelum akhirnya diketahui ada longsoran di dekat permukiman.
Tanah yang labil diduga menjadi pemicu utama terjadinya retakan dan longsor di lokasi tersebut.
2. Dua rumah warga terdampak

Berdasarkan hasil assessment cepat BPBD Kabupaten Madiun, dua rumah mengalami kerusakan di bagian samping bangunan.
Rumah milik Sarmo terdampak longsoran pada tembok samping dengan panjang kurang lebih 80 meter. Sementara rumah Sugeng mengalami gerusan tanah di sisi bangunan sepanjang kurang lebih 12 meter.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.
3. BPBD lakukan assessment dan koordinasi

BPBD Kabupaten Madiun turun ke lokasi untuk melakukan pendataan dan koordinasi dengan pihak terkait, termasuk perangkat desa, Bhabinkamtibmas, dan Babinsa.
“Kami sudah melaksanakan assessment dan koordinasi dengan pihak terkait di lapangan. Saat ini kondisi terus kami pantau untuk mengantisipasi potensi pergerakan tanah susulan,” kata Boby.
BPBD mengimbau warga yang tinggal di wilayah rawan pergerakan tanah agar tetap waspada, terutama saat cuaca ekstrem atau hujan dengan intensitas tinggi.


















