4 Desa di Balerejo Madiun Terendam Banjir, Sawah Warga Tenggelam

- Hujan deras pada 22 Februari 2026 menyebabkan banjir di empat desa Kecamatan Balerejo, Madiun, dengan ketinggian air mencapai 1,5 meter dan merendam area persawahan warga.
- Banjir mengganggu aktivitas petani serta menutup akses jalan desa, namun belum masuk ke permukiman. BPBD masih melakukan pendataan kerugian sektor pertanian akibat genangan tersebut.
- BPBD Kabupaten Madiun terus memantau kondisi lapangan dan mengimbau warga tetap waspada serta tidak membuang sampah ke sungai untuk mencegah luapan air semakin parah.
1. Empat desa terdampak

Empat titik terdampak tersebut meliputi Desa Warurejo, Desa Babadan, Dusun Kasreman di Desa Balerejo, serta Dusun Blawong di Desa Gading. Luapan air terjadi setelah hujan deras turun selama berjam-jam dari sore hingga malam hari.
Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Madiun, Fajar Lumaksono, mengatakan tingginya curah hujan membuat aliran sungai setempat tak mampu menampung debit air.
"Wilayah di Kecamatan Balerejo paling terdampak akibat curah hujan tinggi dari sore sampai malam. Air sungai meluber dan menggenangi lahan pertanian serta jalan desa,” ujarnya saat monitoring di lokasi, Senin (23/2/2026).
2. Mobilitas warga terganggu

Akibat banjir tersebut, aktivitas para petani terpaksa terhenti. Sejumlah sawah yang siap digarap kini berubah menjadi genangan air. Ketinggian air di lahan pertanian dilaporkan mencapai 1,5 meter, sementara genangan di jalan desa berkisar antara 20 hingga 50 sentimeter.
Meski demikian, hingga kini banjir belum dilaporkan masuk ke permukiman warga. Namun, potensi kerugian di sektor pertanian masih dalam proses pendataan oleh petugas.
"Asesmen lapangan masih berjalan, terutama untuk menghitung kerugian akibat banjir,” kata Fajar.
3. BPBD imbau warga tingkatkan kewaspada

Petugas BPBD Kabupaten Madiun terus melakukan pemantauan sejak Senin pagi guna memastikan kondisi terkini di lapangan. Warga pun diimbau tetap waspada mengingat cuaca masih tidak menentu.
Fajar mengingatkan masyarakat agar tidak membuang sampah ke sungai karena dapat memperparah luapan air saat musim hujan.
"Musim penghujan memicu aliran sungai cepat naik. Kami minta warga tidak membuang sampah sembarangan, terutama ke sungai,” tegasnya.
Hingga saat ini, banjir masih menggenangi sejumlah titik di Kecamatan Balerejo. Warga berharap air segera surut agar aktivitas pertanian dan mobilitas kembali normal.


















