Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Takjil Alun-Alun Caruban Disidak, Dua Kerupuk Reaktif Boraks

Kab. Madiun
Takjil Alun-Alun Caruban Disidak, Dua Kerupuk Reaktif Boraks
BBPOM Surabaya temukan 2 sampel kerupuk reaktif boraks saat sidak di Alun-alun Caruban Madiun. IDN Times/Istimewa.
  • BBPOM Surabaya melakukan sidak di Alun-Alun Caruban dan menemukan dua sampel kerupuk reaktif boraks dari total 30 takjil yang diuji cepat di lokasi.
  • Temuan sementara tersebut akan ditindaklanjuti lewat pemeriksaan laboratorium serta dikoordinasikan dengan Pemkab Madiun untuk menentukan langkah penanganan lebih lanjut.
  • Pedagang menyambut positif sidak ini, melihatnya sebagai upaya menjaga keamanan pangan dan meningkatkan kepercayaan pembeli selama Ramadan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Madiun, IDN Times – Suasana berburu takjil di Alun-Alun Caruban, Kabupaten Madiun, mendadak jadi perhatian. Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Surabaya (BBPOM Surabaya) menemukan dua sampel kerupuk yang reaktif boraks saat melakukan inspeksi mendadak (Sidak), Kamis (5/3/2026).

Pengawasan dilakukan di sepanjang Jalan MT Haryono, Kecamatan Mejayan, yang selama Ramadan dipadati pedagang aneka makanan dan minuman berbuka puasa.

  1. 1. Uji cepat 30 sampel takjil

    Istimewa
    BBPOM Surabaya temukan 2 sampel kerupuk reaktif boraks saat sidak di Alun-alun Caruban Madiun. IDN Times/Istimewa.

    Kepala BBPOM Surabaya, Yudi Noviandi, mengatakan petugas mengambil sekitar 30 sampel makanan dan minuman untuk diuji secara cepat di lokasi. Jenisnya beragam, mulai dari martabak, dimsum, bakso, tahu, pentol, sempol, sushi, botok, sosis ikan, aneka sate, hingga minuman cincau.

    “Pengujian ini untuk memastikan tidak ada penggunaan bahan berbahaya seperti formalin, boraks, maupun pewarna yang dilarang dalam pangan,” ujarnya.

    Dari hasil uji cepat tersebut, dua sampel kerupuk menunjukkan reaksi yang mengindikasikan kemungkinan kandungan boraks. Meski begitu, temuan itu masih bersifat sementara dan akan dipastikan melalui pemeriksaan laboratorium. “Untuk jenis makanan lain hasilnya aman. Sementara dua sampel kerupuk yang reaktif akan kami tindak lanjuti dengan pemeriksaan lebih lanjut,” jelas Yudi.

  2. 2. Koordinasi dengan Pemkab Madiun

    Istimewa
    BBPOM Surabaya temukan 2 sampel kerupuk reaktif boraks saat sidak di Alun-alun Caruban Madiun. IDN Times/Istimewa.

    BBPOM Surabaya selanjutnya akan menyampaikan hasil temuan itu kepada Bupati Madiun dan berkoordinasi dengan perangkat daerah terkait guna menentukan langkah penanganan.

    Yudi menegaskan, boraks kerap disalahgunakan untuk membuat tekstur makanan lebih kenyal atau renyah. Padahal, bahan kimia tersebut dilarang digunakan dalam pangan karena berisiko bagi kesehatan.

    “Jika dikonsumsi terus-menerus, boraks dapat menimbulkan gangguan pada organ tubuh, salah satunya kerusakan ginjal,” tegasnya.

    Ia pun mengimbau para pelaku usaha agar menggunakan bahan tambahan pangan yang aman dan telah diizinkan. Menurutnya, saat ini sudah banyak alternatif yang tersedia di pasaran.

  3. 3. Pedagang sambut baik sidak

    Istimewa
    BBPOM Surabaya temukan 2 sampel kerupuk reaktif boraks saat sidak di Alun-alun Caruban Madiun. IDN Times/Istimewa.

    Sementara itu, salah satu pedagang camilan di lokasi, Sri Utami, mengaku mendukung langkah pengawasan tersebut. Beberapa dagangannya seperti wader, baby crab, usus, kulit ayam, dan jamur turut diambil sebagai sampel.

    “Tidak ada masalah, justru kami menyambut baik pemeriksaan ini. Kalau dari dagangan saya pribadi, alhamdulillah aman,” katanya.

    Temuan ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar tetap selektif saat membeli takjil, sekaligus mendorong pedagang menjaga kualitas dan keamanan pangan selama Ramadan.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More