SPMB Jatim, 145 Ribu PIN Sudah Diterbitkan

- Sebanyak 145.107 calon murid telah mengajukan PIN SPMB Jatim 2026, dengan 114.070 di antaranya sudah terverifikasi dari total kuota 1,49 juta peserta.
- Gubernur Khofifah menilai proses pengambilan PIN tahun ini lebih tertib berkat antrean terkendali, ruang verifikasi luas, serta tambahan operator di sekolah-sekolah favorit Surabaya.
- Dindik Jatim memperpanjang masa layanan hingga 9 Juni dan membuka pelayanan akhir pekan agar tidak terjadi penumpukan, sambil memastikan verifikasi data berjalan lancar tanpa kendala berarti.
Surabaya, IDN Times - Proses pengambilan Personal Identification Number (PIN) dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA/SMK Negeri Jawa Timur (Jatim) 2026 menunjukkan tren positif. Hingga Selasa (2/6/2026) pukul 14.15 WIB, sebanyak 145.107 calon murid telah mengajukan PIN, sementara 114.070 di antaranya telah terverifikasi.
Berdasarkan data Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim, jumlah tersebut setara dengan 9,7 persen dari total kuota SPMB Jatim yang mencapai 1.495.200 calon murid, sedangkan PIN yang telah terverifikasi mencapai 7,63 persen.
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, memastikan pelaksanaan pengambilan PIN tahun ini berjalan lebih tertib dibanding tahun sebelumnya. Hal itu disampaikannya setelah meninjau langsung proses verifikasi di sejumlah sekolah favorit di Surabaya, termasuk SMAN 5 dan SMAN 9 Surabaya yang berada dalam kawasan SMA Kompleks.
"Kemarin saya memonitor proses SPMB di SMA 1 dan SMA 2, hari ini di SMA 5 dan SMA 9. Saya rasa ini menjadi referensi yang kuat karena sekolah-sekolah ini menjadi harapan banyak siswa SMP untuk bisa diterima," ujar Khofifah usai tinjauan di SMA Kompleks Surabaya.
Menurutnya, kondisi di lapangan menunjukkan antrean jauh lebih terkendali. Ruang verifikasi dinilai cukup longgar, kapasitas pelayanan dibatasi, dan jumlah operator ditambah sehingga calon murid tidak perlu datang sejak dini hari seperti yang sempat terjadi pada pelaksanaan tahun lalu.
"Kita bisa melihat ruang verifikasi cukup longgar, antreannya teratur dan kapasitasnya dibatasi. Jadi tidak ada lagi antrean seperti tahun lalu yang saya dengar ada yang datang sejak subuh," katanya.
Khofifah menambahkan, masa pengambilan PIN yang berlangsung cukup panjang, mulai 29 Mei hingga 9 Juni 2026, menjadi salah satu faktor yang membuat pelayanan lebih merata. Selain itu, rata-rata sekolah menyiapkan sekitar 10 operator untuk melayani proses verifikasi calon murid.
Ia menegaskan, verifikasi data menjadi tahapan penting setelah pengambilan PIN untuk menghindari potensi sengketa atau kesalahan data saat proses seleksi berlangsung. "Yang penting setelah mengambil PIN, data mereka harus terverifikasi dengan baik. Ini untuk menghindari kemungkinan dispute dalam proses verifikasi data oleh operator sekolah," tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Aries Agung Paewai, mengatakan pihaknya sengaja memperpanjang layanan dan menambah kapasitas harian agar tidak terjadi penumpukan seperti tahun sebelumnya. Menurut Aries, setiap sekolah diberikan kuota pelayanan hingga 200 calon murid per hari, termasuk pada akhir pekan dan hari libur.
"Kami memberikan pelayanan sampai Sabtu, Minggu bahkan hari libur karena tidak ingin masyarakat merasa waktunya sempit untuk mengambil PIN. PIN ini menjadi pintu masuk untuk mengikuti seluruh jalur seleksi berikutnya," terangnya.
Aries menjelaskan, calon murid sebenarnya dapat melakukan pengajuan PIN secara daring terlebih dahulu sebelum datang ke sekolah untuk proses verifikasi dokumen. Ia juga memastikan tidak ada kendala berarti selama pelaksanaan pengambilan PIN. Salah satu persoalan yang sempat muncul terkait belum terbitnya Surat Keterangan Lulus (SKL) siswa SMP sederajat juga telah diantisipasi.
"Kalau belum ada SKL tidak perlu khawatir. Surat keterangan masih duduk di kelas 9 juga bisa digunakan untuk proses pengambilan PIN," jelasnya.
Dindik Jatim mengimbau calon murid dan orang tua memanfaatkan waktu yang masih tersedia hingga 9 Juni mendatang untuk mengurus PIN dan memastikan seluruh data telah diverifikasi sebelum memasuki tahapan pendaftaran jalur domisili, afirmasi, mutasi maupun prestasi.



















