Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Khofifah Buka Rapor SDM Jatim: AKI 68,7, Stunting 14,7 Persen

Khofifah Buka Rapor SDM Jatim: AKI 68,7, Stunting 14,7 Persen
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa saat melantik Kepala BKKBN yang baru. Dok. Pemprov Jatim.
Intinya Sih
  • Khofifah Indar Parawansa memaparkan penurunan angka kematian ibu di Jawa Timur dari 82,56 menjadi 68,7 per 100 ribu kelahiran hidup, melampaui target WHO.
  • Prevalensi stunting di Jawa Timur turun dari 17,7 persen pada 2023 menjadi 14,7 persen pada 2024, menjadikan provinsi ini terbaik di Pulau Jawa dan kedua nasional.
  • Khofifah menekankan pentingnya sinergi lintas sektor bersama BKKBN untuk memperkuat pembangunan keluarga, pengendalian penduduk, serta peningkatan kualitas SDM secara berkelanjutan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Surabaya, IDN Times - Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa langsung membuka rapor pembangunan sumber daya manusia (SDM) Jatim di hadapan Kepala Perwakilan BKKBN Jatim yang baru, Shodiqin.

Di hadapan jajaran BKKBN dan pemerintah daerah, Khofifah menegaskan pembangunan keluarga, pengendalian kependudukan, serta percepatan penurunan stunting tidak bisa dipisahkan dari upaya meningkatkan kualitas SDM.

"Penguatan kualitas keluarga, percepatan penurunan stunting, pengendalian angka kematian ibu dan bayi, serta pembangunan kependudukan harus menjadi agenda bersama lintas sektor," ujarnya.

Khofifah kemudian memaparkan capaian terbaru Jatim dalam sektor kesehatan ibu dan anak. Berdasarkan data Maternal Perinatal Death Notification (MPDN), angka kematian ibu di Jatim turun signifikan dari 82,56 per 100 ribu kelahiran hidup pada 2024 menjadi 68,7 per 100 ribu kelahiran hidup pada 2025.

Angka tersebut bahkan sudah melampaui target Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang menetapkan angka kematian ibu di bawah 70 per 100 ribu kelahiran hidup. "Penurunan angka kematian ibu ini menjadi bagian penting dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia dan penguatan Indeks Modal Manusia," katanya.

Selain AKI, Khofifah juga menyoroti keberhasilan Jatim dalam menekan angka stunting. Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting di Jatim turun dari 17,7 persen pada 2023 menjadi 14,7 persen pada 2024.

Capaian tersebut menempatkan Jatim sebagai provinsi terbaik di Pulau Jawa dan peringkat kedua terbaik secara nasional dalam penurunan prevalensi stunting. Meski demikian, Khofifah meminta capaian tersebut tidak membuat semua pihak berpuas diri.

Menurutnya, tantangan pembangunan manusia masih besar, terutama dalam menjaga kualitas kesehatan ibu, bayi, dan balita sejak dalam kandungan hingga masa tumbuh kembang.

"Kita harus terus membangun sinergi dengan semua elemen, terutama posyandu, untuk memastikan intervensi berjalan efektif di seluruh kabupaten dan kota," tegasnya.

Khofifah menilai kualitas SDM ke depan tidak hanya ditentukan oleh pendidikan, tetapi juga kesehatan keluarga dan keberhasilan menekan berbagai indikator risiko seperti kematian ibu, kematian bayi, dan stunting.

Menurutnya, pembangunan kependudukan harus dilihat secara utuh, mulai dari kualitas, kuantitas hingga mobilitas penduduk. Karena itu, ia meminta BKKBN Jatim di bawah kepemimpinan baru mampu memperkuat kolaborasi lintas sektor agar target pembangunan manusia dapat dicapai lebih cepat.

"Ada Asta Cita dan Nawa Bhakti Satya yang harus nyekrup. Kualitas, kuantitas, dan mobilitas penduduk harus dibangun secara sinergis agar menghasilkan SDM yang lebih impresif," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Jatim, Shodiqin, menyatakan siap melanjutkan dan memperkuat program pembangunan keluarga, pengendalian penduduk, serta percepatan penurunan stunting di seluruh wilayah Jatim.

"Kami bersama tim BKKBN Jatim akan melakukan roadshow di dinas-dinas tingkat provinsi, kabupaten, dan kota agar program pembangunan keluarga dan kependudukan berjalan lebih optimal," pungkasnya.

Share Article
Topics
Editorial Team
Zumrotul Abidin
EditorZumrotul Abidin

Latest News Jawa Timur

See More