Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Kenapa Malang Lebih Dingin pada Musim Kemarau Tahun Ini? Ini Jawabannya

Kenapa Malang Lebih Dingin pada Musim Kemarau Tahun Ini? Ini Jawabannya
ilustrasi sunrise di Gunung Bromo (pexels.com/RomanKirienko)
Intinya Sih
  • BMKG Malang mencatat suhu udara di Malang Raya turun hingga 18°C dan diperkirakan mencapai puncak bediding pada Juli 2026 dengan kondisi makin dingin hingga Agustus.
  • BPBD Kota Malang menyebut fenomena bediding tahun ini lebih ekstrem karena bersamaan dengan El Nino, membuat malam hari lebih dingin akibat massa udara kering dari Australia.
  • Pemerintah mengimbau warga mempersiapkan diri menghadapi suhu ekstrem dengan mengenakan pakaian hangat, membatasi aktivitas malam, dan menjaga daya tahan tubuh agar tidak mudah sakit.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Malang, IDN Times - Memasuki bulan Juni 2026 atau musim kemarau, suhu udara di wilayah Malang Raya mengalami penurunan drastis. Puncak suhu dingin saat musim kemarau atau biasa disebut fenomena bediding di wilayah Malang Raya diperkirakan akan terjadi sejak Juni sampai Agustus 2026.

1. BMKG Malang memperkirakan suhu dingin di wilayah Malang Raya akan terjadi hingga Agustus 2026s

ilustrasi kedinginan (pexels.com/Pixabay)
ilustrasi kedinginan (pexels.com/Pixabay)

Prakirawan Cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Karangploso, Retno Wulandari mengungkapkan jika penurunan suhu udara saat musim kemarau sudah terjadi sejak 1 Juni 2026. Kemudian diperkirakan akan terjadi hingga Agustus 2026, dengan puncak suhu dingin diperkirakan terjadi pada bulan Juli 2026.

"Di Kantor BMKG Karangploso yang kita catat beberapa hari terakhir, suhu udara bisa mencapai 18 derajat celcius. Ini bisa turun lagi kedepannya, karena belum puncak bediding," terangnya pada Selasa (2/6/2026).

Sementara di kawasan Gunung Bromo, suhu udara bahkan bisa mencapai 11 derajat celcius pada dini hari. Diperkirakan akan lebih dingin lagi saat memasuki puncak bediding pada Juli 2026.

2. BPBD Kota Malang memperkirakan fenomena bediding tahun ini akan lebih dingin dari tahun-tahun sebelumnyab

Ilustrasi Gunung Bromo
Ilustrasi Gunung Bromo (dok. LuckyMh, https://pixabay.com/id/photos/gunung-alam-lanskap-indonesia-5111412/)

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang, Prayitno memperkirakan jika fenomena bediding tahun ini akan lebih dingin dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Pasalnya bediding tahun ini akan bersamaan dengan El Nino yang akan melintasi wilayah Indonesia.

"Pada malam hari akan jadi lebih dingin karena tutupan awan saat musim kemarau, jadi panas yang tersimpan di permukaan Bumi pada siang hari lebih cepat terlepas ke atmosfer pada malam hari. Ditambah adanya El Nino, membuat angin muson timur dari Australia membawa massa udara yang lebih kering dan dingin ke wilayah Indonesia," jelasnya.

Oleh karena itu, Prayitno mengingatkan jika pada malam hari hingga pagi hari udara akan jadi sangat dingin. Tapi suhu udara akan naik drastis pada siang hari.

3. Masyarakat diimbau untuk mempersiapkan diri agar tidak mudah sakit saat bediding

ilustrasi cokelat panas
ilustrasi cokelat panas (pexels.com/Julia Larson)

Lebih lanjut, Prayitno mengingatkan masyarakat untuk mempersiapkan diri menghadapi fenomena bediding saat ini. Pasalnya, imun tubuh akan mudah terserang ketika suhu udara turun drastis di pagi hari.

"Himbauan kami agar masyarakat siap sedia menggunakan jaket pada malam hari sampai pagi hari, kalau bisa dikurangi aktivitas di luar yang membuat terpapar udara dingin. Kemudian menjaga daya tahan tubuh karena saat fenomena bediding ini bisa mudah terkena flu atau demam," pungkasnya.

Share Article
Topics
Editorial Team
Zumrotul Abidin
EditorZumrotul Abidin

Latest News Jawa Timur

See More