Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Cara Perajin Tahu Banyuwangi Bertahan di Tengah Rupiah Melemah

Cara Perajin Tahu Banyuwangi Bertahan di Tengah Rupiah Melemah
Perajin tahu di Banyuwangi. (Dok. Istimewa)
Intinya Sih
  • Harga kedelai impor di Banyuwangi naik Rp2.000 per kilogram akibat melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang menembus rekor tertinggi Rp17.843.
  • Perajin tahu Nurul Hakim tetap mempertahankan harga jual tahu meski biaya produksi meningkat, dengan menyiasati ukuran tahu agar tidak merugi.
  • Dari beberapa perajin tahu di kampungnya, kini hanya Hakim yang masih bertahan sejak lima tahun terakhir karena tekanan kenaikan harga bahan baku.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Banyuwangi, IDN Times - Perajin tahu di Banyuwangi sambat soal harga kedelai yang terus naik imbas melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Meski begitu, mereka tak menaikkan harga jual.

Perajin tahu di Kelurahan Penantigan, Kecamatan/Kabupaten Banyuwangi, Nurul Hakim salah satu yang sambat. Harga kedelai impor untuk bahan baku kedelainya naik Rp2 ribu per kilogram.

"Harga kedelai dalam lima bulan terakhir ini sudah naik Rp 2 ribu per kg. Desember lalu harganya Rp 8.500 per kg. Sekarang sudah Rp 10.500 per kg," kata Hakim, Selasa (2/6/2026).

Pabrik tahu tempatnya ini sudah ada sejak tahun 1979 warisan dari orang tua. Mulai tahun 2005, usaha tersebut sepenuhnya dikendalikan oleh Hakim.

Pengelolaan butir-butir kedelai menjadi tahu itu dikerjakan Hakim di sebuah tempat samping rumahnya yang dia namai "house of tofu". Sehari-hari ia dibantu oleh seorang pekerja.

Perajin tahu di kampungnya sebenernya bukan hanya dia seorang. Lima tahun lalu ada tiga peraji, berlahan mereka gulung tikar karena tak sanggup mempertahankan keuntungan. Kini, hanya Hakim yang masih bertahan.

Dengan alat-alat yang lebih modern, tempat produksinya itu ngebul saat, libur pada Jumat Minggu. Selain menjual tahu, Hakim juga menjual ampas tahu atau tempe gembos untuk bahan pakan ternak.

Harga jual tahu di tempatnya yaknk Rp 4 ribu per 10 biji. Selain tahu itu, ia juga menjual tahu goreng. Harganya lebih sedikit, Rp 5.500 per 10 biji. Dalam sehari ia memproduksi sekitar 5.500 biji tahu dalam sehari.

"Harga bahan baku naik. Tapi tidak mungkin saya naikkan harga jual. Paling bisanya mengecilkan ukuran tahu," kata Hakim.

Kenaikan harga kedelai tahun ini bukan kali pertama yang dialami hakim. Sebagai perajin tahu, dia sudah pernah ditekan harga kedelai pada 2019 silam. Saat itu harga kedelai naik gila-gilaan mencapai dua kali lipat, dari yang awalnya Rp7 ribu menjadi Rp14 ribu perkilogram.

"Harganya masih sama seperti sekarang. Jadi kalau sekarang harga kedelai Rp 10.500 per kg, sebenarnya masih ada untung. Tapi makin tipis," pungkasnya.

Seperti diketahui nilai tukar rupiah terhadap dolar AS telah menembus angka 17.843 per Selasa (2/6/2026). itu merupakan rekor tertinggi nilai rupiah sepanjang sejarah.

Share Article
Topics
Editorial Team
Zumrotul Abidin
EditorZumrotul Abidin

Latest News Jawa Timur

See More