Korban Tewas Kecelakaan Mobil Masuk Jurang di Madiun Bertambah

- Kecelakaan tunggal minibus di Desa Segulung, Madiun, menewaskan dua orang termasuk sopir setelah sempat dirawat intensif di RSUD Dolopo.
- Mobil Toyota Avanza berisi tujuh orang terjun ke jurang sedalam 25 meter akibat diduga hilang kendali di jalan curam dan minim penerangan.
- Rombongan diketahui baru pulang takziah dari Kebonsari, sementara polisi masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan termasuk faktor jalan dan kondisi kendaraan.
Madiun, IDN Times – Jumlah korban meninggal dunia dalam kecelakaan tunggal minibus Toyota Avanza yang terjun ke jurang sedalam sekitar 25 meter di Desa Segulung, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, bertambah menjadi dua orang. Sopir kendaraan, Yatim (60), meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan intensif di RSUD Dolopo, Kamis (23/7/2026) dini hari. Sebelumnya, seorang penumpang bernama Suwarno (38), warga Desa Ketandan, Kecamatan Dagangan, meninggal dunia di lokasi kejadian akibat luka berat yang dideritanya.
1. Lima penumpang lain alami luka-luka

Kanit Gakkum Satlantas Polres Madiun, Ipda Andika Cahyono, mengatakan Yatim mengalami luka berat saat kecelakaan dan langsung dievakuasi ke RSUD Dolopo. Meski sempat mendapat penanganan medis, kondisinya terus memburuk hingga akhirnya meninggal dunia.
Dengan bertambahnya korban jiwa, kecelakaan yang menimpa rombongan takziah tersebut kini merenggut dua nyawa. Sementara lima penumpang lainnya selamat dan mengalami luka ringan.
"Korban pengemudi meninggal dunia saat menjalani perawatan di rumah sakit. Korban lainnya yang luka ringan sudah mendapatkan penanganan medis," ujar Andika.
2. Mobil diduga hilang kendali di jalan curam dan minim penerangan

Kecelakaan terjadi pada Rabu (22/7/2026) sekitar pukul 19.30 WIB. Minibus Toyota Avanza bernomor polisi AE 1627 GW melaju dari arah timur membawa tujuh orang. Saat melintasi ruas jalan Desa Segulung yang memiliki turunan curam dan tikungan tajam ke kanan, kendaraan diduga hilang kendali hingga keluar badan jalan dan masuk ke jurang sedalam sekitar 25 meter.
"Lokasi kejadian berada di jalan yang sepi, minim penerangan, dan belum dilengkapi rambu peringatan. Kendaraan terjun ke jurang dengan kedalaman sekitar 25 meter," kata Andika. Benturan keras membuat bagian depan dan sisi bodi kendaraan ringsek parah.
3. Rombongan baru pulang takziah, polisi masih selidiki penyebab pasti

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, rombongan tersebut berasal dari Kecamatan Kebonsari dan baru saja pulang dari menghadiri takziah.
Polisi menduga pengemudi belum menguasai karakter jalan karena menuju lokasi dengan bantuan aplikasi navigasi. Namun, dugaan tersebut masih didalami bersama faktor lain, termasuk kondisi kendaraan dan kondisi jalan di lokasi kejadian.
Sebelumnya, Kapolsek Dagangan AKP Eko Hari juga menyebut pengemudi diduga kehilangan konsentrasi saat melintasi jalur menurun dan berkelok sehingga kendaraan keluar jalur sebelum akhirnya terjun ke jurang.
Satlantas Polres Madiun masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan yang menewaskan dua orang tersebut.

















