Surabaya, IDN Times - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI), Muhammad Qodari merespon soal terbentuknya Kabinet Bayangan yang dibentuk oleh Koalisi Masyarakat Sipil. Ia mempersilakan Kabinet Bayangan untuk mengkritik pemerintah asal menggunakan data.
Qodari mengatakan, pihaknya menghargai setiap masukan yang disampaikan masyarakat, asalkan masukan tersebut disertai dengan dengan data.
"Kita menghargai semua masukan, semua saran, yang penting nanti dia pakai data, ya, kemudian bukan hanya bicara mengenai kritik dan saran," ujar Qodari saat mengunjungi sekolah rakyat, Selasa (28/7/2026).
Ia juga menyampaikan, masyarakat juga seharunya menyampaikan hal-hal baik yang telah dilakukan pemerintah. Sebab, menurutnya, banyak program pemerintah Prabowo Gibran yang patut diapresiasi.
"Jadi, yang bagus diapresiasi, yang bagus juga diangkat, yang bagus juga dikomentarin. Jangan hanya yang kurang-kurang,"ucap mantan Kepala Staf Kepresidenan ini.
Salah satu program yang patut diapresiasi menurut Qodari adalah Sekolah Rakyat. Program tersebut untuk mengataskan kemiskinan melalui pendidikan.
"Dan teman-teman kan semua bisa melihat bagaimana luar biasanya, dahsyatnya fasilitas pendidikan yang dibangun oleh eh Presiden Prabowo dan kabinet untuk pendidikan masyarakat di Indonesia ya," terang Qodari.
Seperti diketahui, Masyarakat sipil, akademisi, dan peneliti membentuk Kabinet Bayangan berisi 15 posisi kementerian melalui seleksi independen berbasis integritas, kompetensi, rekam jejak, keberpihakan pada rakyat, serta non-partisan.
Kabinet Bayangan mengusung formasi ramping dibanding 48 menteri Kabinet Merah Putih, dengan tujuan mengkritisi dan mengawasi kebijakan pemerintah secara lebih efisien serta gesit.
Program awalnya mencakup dialog publik dan kampus, penggalangan dana untuk kebutuhan kecil yang belum ditangani pemerintah, serta penerbitan rapor dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran berbasis data dan bukti.
