Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Sisa Serpihan Tulang di Belakang Rumah Bongkar Kejahatan Dwi Bagus
Pelaku pembunuhan mutilasi, DBM saat di Mapolda Jatim. IDN Times/Ardiansyah Fajar.
  • Polisi menemukan serpihan tulang di belakang rumah tersangka DBM di Madiun, yang diduga tertinggal setelah proses pembakaran jasad untuk menghilangkan jejak.

  • Serpihan telah dikirim ke Laboratorium Forensik untuk tes DNA, tetapi identitas pemiliknya belum dipastikan karena kondisinya sangat bersih dan hasil pemeriksaan belum keluar.

  • Kasus terungkap setelah DH dan anaknya dilaporkan hilang; penyidikan mengarah ke DBM, suami siri DH, sementara polisi terus mengembangkan bukti terkait dugaan pembunuhan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Selasa (27/10/2026)

Polda Jatim menyatakan serpihan tulang ditemukan di belakang rumah DBM setelah proses pembakaran. Serpihan telah diserahkan ke Labfor untuk pemeriksaan DNA, dengan hasil masih ditunggu.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Polisi menemukan serpihan tulang di belakang rumah tersangka Dwi Bagus Martono dalam penyidikan pembunuhan DH dan anaknya di Madiun. Serpihan diperiksa untuk memastikan kaitannya dengan korban.
  • Who?
    Dwi Bagus Martono, tersangka dan suami siri DH; DH berusia 30 tahun serta anaknya berusia empat tahun sebagai korban; penyidik Polda Jawa Timur dan Labfor menangani pemeriksaan barang bukti.
  • Where?
    Serpihan tulang ditemukan di lokasi pembakaran di belakang rumah Dwi Bagus Martono di Madiun. Pemeriksaan DNA dilakukan di Laboratorium Forensik.
  • When?
    Temuan disampaikan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Timur Kombes Pol Roy Hutton Marulamrata Sihombing dalam konferensi pers di Mapolda Jatim, Selasa, 27 Oktober 2026.
  • Why?
    Polisi menduga jasad korban dibakar untuk menghilangkan jejak, dengan rencana membuang sisa jasad ke sungai. Serpihan tulang diduga tertinggal di lokasi pembakaran.
  • How?
    Penyidik menyerahkan serpihan tulang untuk uji DNA. Identifikasi menghadapi kendala karena serpihan sudah sangat bersih; hingga saat ini belum ada kepastian mengenai pemilik, jenis kelamin, dan materi biologisnya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Polisi menemukan serpihan tulang di belakang rumah Dwi Bagus di Madiun. Dwi Bagus diduga membunuh DH dan anaknya yang berumur empat tahun. Polisi bilang tulang itu mungkin tertinggal setelah ada pembakaran. Sekarang tulang itu diperiksa untuk tes DNA. Polisi masih menunggu hasilnya untuk tahu tulang itu milik siapa.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Temuan serpihan tulang di belakang rumah tersangka menunjukkan penyidikan berjalan teliti dalam mengumpulkan dan menguji setiap petunjuk yang tersedia. Meski identitasnya belum dipastikan, pemeriksaan forensik dan DNA mencerminkan kehati-hatian polisi untuk memperkuat barang bukti serta merangkai peristiwa secara akurat bagi keluarga korban.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Surabaya, IDN Times - Sisa serpihan tulang yang ditemukan di belakang rumah Dwi Bagus Martono (DBM), tersangka pembunuhan ibu dan anak di Madiun, menjadi salah satu petunjuk penting dalam penyidikan kasus tersebut. Polisi menduga serpihan itu tertinggal setelah tersangka membakar jasad korban untuk menghilangkan jejak.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Jawa Timur (Jatim), Kombes Pol Roy Hutton Marulamrata Sihombing mengatakan, beberapa serpihan tulang ditemukan di lokasi pembakaran di belakang rumah tersangka. Temuan itu kini diperiksa di Laboratorium Forensik (Labfor) untuk memastikan apakah berkaitan dengan korban.

“Yang bersangkutan ini setelah dia melakukan pembakaran, maksudnya ini untuk dibuang ke sungai. Namun masih ada beberapa serpihan tulang yang kita temukan di belakang rumah, di saat dia proses pembakaran itu,” ujarnya aaat konferensu pers di Mapolda Jatim, Selasa (27/10/2026).

Meski menjadi petunjuk penyidikan, polisi belum dapat memastikan serpihan tulang tersebut berasal dari DH (30) atau anaknya yang berusia empat tahun. Identitas dan jenis kelamin pemilik tulang masih menunggu hasil pemeriksaan forensik.

“Jangan tanya ini tulang laki-laki atau tulang perempuan, kami tidak bisa mengidentifikasi. Yang jelas, apakah ini tulang korban, untuk jenis kelamin saya tidak bisa jawab,” katanya.

Penyidik telah menyerahkan serpihan tulang tersebut ke Labfor untuk menjalani pemeriksaan DNA. Namun, Roy menyebut proses identifikasi menghadapi kendala karena kondisi serpihan yang ditemukan sudah sangat bersih, sehingga belum dapat dipastikan apakah masih terdapat materi biologis yang bisa digunakan untuk pengujian DNA.

“Ini sudah kita serahkan ke Laboratorium Forensik untuk diperiksakan DNA-nya, namun hasilnya belum keluar. Jadi kami masih menunggu juga hasil tes DNA-nya,” tutur Roy.

Temuan serpihan tulang itu menjadi bagian dari upaya polisi merangkai kembali peristiwa pembunuhan yang menewaskan DH dan anaknya. Berdasarkan keterangan penyidik sebelumnya, tersangka diduga membakar jasad korban di pekarangan rumah, kemudian menghancurkan bagian tubuh menggunakan mesin penggilingan daging dan kembali melakukan pembakaran untuk menghilangkan jejak.

Roy menjelaskan, tersangka juga diduga berencana membuang sisa jasad ke sungai. Namun, polisi belum memastikan apakah seluruh sisa jasad telah ditemukan dan apakah serpihan tulang yang tersisa benar-benar berasal dari kedua korban.

Kasus ini terungkap setelah DH dan anaknya dilaporkan hilang oleh keluarga. Penyelidikan polisi kemudian mengarah kepada DBM, yang diketahui merupakan suami siri DH. Penyidik masih mengembangkan perkara tersebut, termasuk menunggu hasil pemeriksaan DNA untuk memperkuat identifikasi barang bukti.

Curated For You

Editorial Team

Related Article