Menang Derby Suramadu, Persebaya Belum Sempurna!

Persebaya Surabaya menang 3-1 atas Madura United dalam Derby Suramadu di Stadion Gelora Bung Tomo, berkat permainan agresif dan penciptaan banyak peluang.
Pelatih Bernardo Tavares menyoroti gol kebobolan saat transisi serta detail pertahanan, meski menilai Persebaya mengendalikan laga dan membatasi ancaman Madura United.
Sejumlah pemain tampil belum fit akibat cedera dan kondisi lapangan hujan; kemenangan ini meningkatkan kepercayaan diri setelah hasil sebelumnya, dengan dukungan Bonek dan Bonita diapresiasi.
Surabaya, IDN Times - Persebaya Surabaya berhasil mengamankan kemenangan 3-1 atas Madura United FC dalam Derby Suramadu di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Senin (26/10/2026) malam. Namun, pelatih Bernardo Tavares menegaskan masih ada pekerjaan rumah yang harus dibenahi, terutama soal gol yang bersarang ke gawang Bajol Ijo dan kondisi fisik sejumlah pemain.
Tavares menilai Persebaya sebenarnya mampu mengendalikan pertandingan dan menciptakan banyak peluang. Ia mengapresiasi agresivitas serta intensitas permainan anak asuhnya, tetapi menyoroti proses terjadinya gol Madura United yang dinilai bisa diantisipasi lebih baik.
Tavares juga bilang, gol Madura United tercipta melalui situasi transisi setelah Persebaya melakukan pelanggaran. Ia menilai para pemain seharusnya bisa menghentikan serangan lawan lebih awal melalui pelanggaran taktis di area yang tepat.
“Gol yang kami kebobolan sebenarnya bisa kami perbaiki karena itu terjadi dalam situasi transisi setelah mereka mendapatkan pelanggaran. Kami perlu melakukan pelanggaran taktis di dekat bangku cadangan kami, karena itulah yang dilakukan lawan kepada kami,” ujar Tavares dalam konferensi pers seusai pertandingan.
Meski demikian, pelatih asal Portugal itu menilai sikap para pemain Persebaya menjadi modal penting untuk menghadapi pertandingan berikutnya. Ia menyukai bagaimana tim bermain agresif, menjaga intensitas, dan berusaha menciptakan ruang untuk membangun serangan.
Tavares juga membandingkan penampilan tim kali ini dengan pertandingan sebelumnya, ketika Persebaya kesulitan mencetak gol. Menurutnya, jumlah peluang yang diciptakan menjadi salah satu indikator penting untuk memperbesar kemungkinan meraih kemenangan.
Ia mengingat hanya ada dua upaya tembakan Madura United yang benar-benar menonjol dalam pengamatannya, yakni tendangan bebas dan satu tembakan lainnya. Karena itu, ia menilai Persebaya tetap perlu mengevaluasi detail pertahanan agar keunggulan permainan bisa diikuti hasil yang lebih solid.
Persoalan kebugaran juga menjadi perhatian Tavares. Ia mengungkapkan sejumlah pemain tampil dalam kondisi yang belum sepenuhnya fit, bahkan ada yang bermain dengan kondisi sekitar 50 hingga 60 persen. Cuaca hujan dan lapangan yang lebih berat turut menambah beban fisik pemain.
“Kalian tidak tahu, tetapi banyak pemain hari ini bermain tidak dalam kondisi 100 persen. Beberapa dari mereka mungkin hanya berada di kondisi 50 atau 60 persen,” katanya.
Kondisi tersebut membuat Tavares harus mengatur pergantian pemain. Setelah Persebaya mencetak gol kedua, ia mengantisipasi Madura United yang diperkirakan memasukkan pemain-pemain bertubuh tinggi untuk menambah tekanan di lini depan.
Tavares juga menyinggung kondisi kapten Persebaya, Fransisco Rivera yang tampil sejak awal meski belum sepenuhnya pulih dari cedera. Ia menilai kualitas umpan dan pengambilan keputusan Rivera masih dibutuhkan, terutama ketika Persebaya memiliki ruang untuk menyerang. Rivera turut berperan dalam proses yang menghasilkan penalti bagi Persebaya.
Namun, Tavares mengakui Rivera masih kesulitan membantu pertahanan ketika kehilangan bola. Situasi tersebut menjadi salah satu pertimbangan yang perlu diperhatikan dalam evaluasi permainan tim.
Di sisi lain, kemenangan ini menjadi dorongan kepercayaan diri bagi Persebaya setelah melewati sejumlah pertandingan yang tidak sesuai harapan suporter. Tavares secara khusus berterima kasih kepada Bonek dan Bonita yang tetap datang memberikan dukungan meski pertandingan digelar pada Senin malam.
Ia meminta para suporter tetap mendukung pemain ketika melakukan kesalahan, termasuk pemain yang baru masuk dari bangku cadangan. Menurutnya, dukungan pada momen sulit bisa membantu pemain membangun kepercayaan diri.
Sementara itu, pemain Persebaya sekaligus Man of the Match, Toni Firmansyah, mempersembahkan tiga poin tersebut kepada Bonek dan Bonita. Ia mengakui mengalahkan Madura United bukan perkara mudah, terlebih setelah tim mengalami kesulitan dalam beberapa pertandingan sebelumnya.
“Pertandingan kemarin-kemarin kita mengalami kesulitan dan kita kerja keras di latihan. Tentunya tidak mudah bisa mengalahkan Madura United malam ini, tetapi alhamdulillah. Tetap rendah hati dan terus fokus di pertandingan selanjutnya,” ungkap Toni.
Toni juga menyadari perjalanan Persebaya pada awal musim belum sepenuhnya berjalan sesuai harapan. Ia menegaskan tim akan terus bekerja keras dalam latihan untuk memperbaiki performa secara bertahap.

















