Ledakan Elpiji Kembali Terjadi di Surabaya, 2 Orang Terluka

Ledakan elpiji terjadi di Jalan Kupang Segunting IV Nomor 56, Surabaya, Senin pagi, diduga akibat kebocoran tabung gas 12 kilogram di ruangan tertutup.
Dua orang terluka: satu korban mengalami luka bakar 60 persen dan dirawat di RSUD dr Soetomo, sementara tetangga terkena serpihan kaca dirujuk ke RS William Booth.
Lima rumah dilaporkan rusak. Petugas telah menangani lokasi, sementara polisi menyelidiki penyebab ledakan dan mengamankan tabung elpiji serta kipas angin sebagai barang bukti.
Surabaya, IDN Times - Ledakan elpiji dengan korban luka kembali terjadi di Surabaya setelah sebelumnya menimpa kawasan pertokoan San Antonio, Pakuwon City. Kali ini ledakan terjadi di Jalan Kupang Segunting IV Nomor 56, Surabaya, Senin (26/10/2026).
Berdasarkan informasi yang dihimpun IDN Times, ledakan tersebut diduga karena kebocoran tabung elpiji 12 kilogram. Setidaknya ada dua orang yang mengalami luka dan lima rumah rusak.
Salah satu saksi, Agus mengatakan, kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 07.25 WIB. Saat itu ia mendengar ada suara ledakan yang cukup keras.
"Saya dengar ledakan, saya dengar juga teriakan, lalu saya keluar menuju sumber suara," ujarnya.
Agus kemudian mendekat pada sumber ledakan itu. Ia menduga bahwa ledakan berasal dari kebocoran gas elpiji dengan ruangan tertutup. "Itu rumah (sumber ledakan)," kata dia.
Sementara itu, Danru Posko Pusat 112 Moch Musa mengatan, dua korban luka adalah JL. korban mengalami luka bakar 60 persen dan telah dibawa ke RSUD dr Soetomo.
"Satu korban lainnya tetangga di depan rumah yang terkena serpihan kaca dan telah dirujuk ke RS Wiliam Booth," ungkap Musa.
Musa menyebut, pihaknya telah melakukan penanganan terhadap insiden ledakan ini. Proses penyelidikan penyebab ledakan tengah dilakukan oleh kepolisian.
Tabung elpiji 12 kilogram yang diduga menjadi penyebab kebocoran telah dibawa untuk menjadi barang bukti. Selain itu ada juga kipas angin.




















