Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Sapi Perah UPT HMT Pemprov Jatim Sumbang Rp1 Miliar PAD
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa saat di UPT dan HMT Disnak Jatim. Dok. Pemprov Jatim.
  • UPT PT dan HMT Batu mengelola 130 sapi perah, termasuk 40 sapi laktasi yang menghasilkan sekitar 600 liter susu per hari.

  • Pengelolaan UPT menyumbang sekitar Rp1 miliar PAD Jatim per tahun melalui penjualan susu, agrowisata, benih rumput, serta produk olahan susu.

  • Pemprov Jatim menargetkan pengembangan hingga 200 sapi dengan fokus pada produktivitas, kualitas bibit, dan pakan; UPT juga mendukung pembibitan, riset, serta praktik pendidikan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Saat ini

UPT PT dan HMT Batu mengelola 130 sapi perah, termasuk 40 sapi laktasi. Khofifah mendorong pengembangan populasi hingga 200 ekor.

per hari

Sebanyak 40 sapi laktasi menghasilkan sekitar 600 liter susu per hari, dengan rata-rata 25–30 liter per ekor.

per tahun

Pengelolaan UPT PT dan HMT Batu menyumbang sekitar Rp1 miliar PAD Pemprov Jawa Timur. Pendapatan berasal dari penjualan susu, agrowisata, benih rumput, dan produk olahan susu.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    UPT Pembibitan Ternak dan Hijauan Makanan Ternak Batu menghasilkan sekitar 600 liter susu per hari dan menyumbang sekitar Rp1 miliar per tahun kepada PAD Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
  • Who?
    UPT PT dan HMT Dinas Peternakan Jawa Timur mengelola 130 sapi perah. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan rencana pengembangan populasi ternak.
  • Where?
    Kegiatan pengelolaan sapi perah berlangsung di UPT PT dan HMT Batu, Jawa Timur, yang memiliki kawasan sekitar 13 hektare.
  • When?
    Saat ini, UPT mengelola 130 sapi, termasuk 40 sapi laktasi. Kontribusi PAD dari pengelolaan unit tersebut mencapai sekitar Rp1 miliar per tahun.
  • Why?
    Pengembangan sapi perah dilakukan untuk meningkatkan populasi, produktivitas susu, kualitas bibit, dan ketersediaan pakan, serta mendukung pendapatan daerah.
  • How?
    Empat puluh sapi laktasi menghasilkan rata-rata 25–30 liter susu per ekor per hari. Pendapatan diperoleh dari penjualan susu, agrowisata, benih rumput, serta produk olahan susu.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di Batu, 40 sapi perah memberi sekitar 600 liter susu tiap hari. Sapi-sapi ini dirawat oleh UPT Jawa Timur. Susunya dijual, juga dibuat keju dan susu kemasan. Semua ini memberi uang sekitar Rp1 miliar setahun untuk Jawa Timur. Bu Khofifah ingin jumlah sapi ditambah dari 130 menjadi 200 ekor.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
UPT PT dan HMT Batu memperlihatkan bagaimana pengelolaan peternakan dapat memadukan produktivitas, nilai ekonomi, dan fungsi pendidikan. Produksi susu harian, pengembangan pakan di lahan sendiri, serta hilirisasi produk turut menghasilkan PAD, sementara fasilitas dan kegiatan praktik membuka ruang pembelajaran serta penelitian bagi pelajar dan mahasiswa.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Surabaya, IDN Times - Unit Pelaksana Teknis Pembibitan Ternak dan Hijauan Makanan Ternak (UPT PT dan HMT) Dinas Peternakan Jawa Timur (Jatim) saat ini mengelola 130 ekor sapi perah. Dari jumlah tersebut, 40 ekor merupakan sapi laktasi yang mampu menghasilkan sekitar 600 liter susu per hari.

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, mengatakan produktivitas tersebut menjadi salah satu indikator penting dalam pengembangan peternakan sapi perah. Ia bilang, pengembangan ternak tidak cukup hanya mengejar peningkatan populasi, tetapi juga harus dibarengi produktivitas, kualitas bibit, serta ketersediaan pakan. “Mudah-mudahan kita bisa meluaskan dari 130 menjadi 200 ekor yang ada di UPT Kota Batu ini karena areanya cukup luas,” ujarnya.

Saat ini, 130 ekor sapi yang dikelola UPT tersebut terdiri atas 72 ekor sapi dewasa, 28 ekor sapi dara, dan 30 ekor pedet. Dari 72 sapi dewasa, sebanyak 40 ekor merupakan sapi laktasi, sedangkan 32 ekor lainnya berada dalam kondisi nonlaktasi.

Sapi laktasi tersebut memiliki produktivitas rata-rata 25–30 liter susu per ekor per hari. Dengan 40 ekor sapi yang sedang menghasilkan susu, produksi harian UPT mencapai sekitar 600 liter.

Produksi tersebut kemudian dipasarkan dan turut memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Total kontribusi PAD dari pengelolaan UPT PT dan HMT Batu mencapai sekitar Rp1 miliar per tahun.

Kontribusi tersebut tidak hanya berasal dari penjualan susu. Pendapatan juga diperoleh dari agrowisata ternak, benih rumput, serta hilirisasi produk susu seperti keju, susu pasteurisasi, dan stik keju.

Khofifah menilai angka imi menunjukkan bahwa aset peternakan milik Pemprov Jatim dapat dikelola secara produktif sekaligus memberikan nilai ekonomi. “Saya merasa bahwa proses yang dilakukan cukup bagus. Kandangnya bersih dan produktivitasnya juga tinggi. Oleh karena itu, UPT ini juga sudah memberikan PAD kepada Pemprov Jawa Timur,” katanya.

Selain populasi dan produksi susu, aspek pakan menjadi perhatian dalam pengembangan peternakan sapi perah. UPT PT dan HMT Batu memiliki kawasan seluas sekitar 13 hektare, dengan sekitar 9,5 hektare telah dimanfaatkan.

Dari lahan yang telah dimanfaatkan tersebut, sekitar 2 hektare digunakan untuk bangunan, sementara sekitar 7 hektare digunakan sebagai lahan hijauan makanan ternak (HMT).

Salah satu tanaman pakan yang dikembangkan adalah rumput gajah. Lahan tersebut tidak hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan pakan sapi yang dikelola UPT, tetapi juga mendukung penyediaan bibit atau stek rumput untuk pengembangan hijauan makanan ternak.

Kebutuhan HMT untuk seluruh sapi yang dikelola UPT mencapai sekitar 1.300 ton per tahun. Karena itu, ketersediaan lahan pakan menjadi faktor penting untuk menjaga keberlanjutan produktivitas ternak.

“Jadi kita berharap bahwa pengembangan peternakan, khususnya sapi perah, bisa terus kita tingkatkan. Tidak hanya dari sisi populasi, tetapi juga produktivitas dan kualitas bibit serta pakan ternaknya,” kata Khofifah.

UPT PT dan HMT Batu sendiri memiliki fungsi teknis dalam pembibitan, pemuliabiakan, budidaya ternak, hingga pengembangan hijauan makanan ternak. Unit ini juga berperan dalam penyediaan dan pendistribusian bibit ternak serta bibit hijauan makanan ternak kepada masyarakat.

Untuk menunjang kegiatan tersebut, kawasan UPT dilengkapi sejumlah fasilitas, mulai dari laboratorium susu, kamar susu, cooling room, hingga kandang sapi perah berkapasitas sekitar 100 ekor sapi dewasa.

Selain menjadi pusat pembibitan dan budidaya, juga dimanfaatkan sebagai tempat praktik siswa dan mahasiswa serta sarana penelitian bagi mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan dan Fakultas Peternakan dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article