Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

418 Ribu Siswa Jatim Bersiap Ikuti TKA

Kota Surabaya
3 min read
418 Ribu Siswa Jatim Bersiap Ikuti TKA
Persiapan TKA di Jatim. Dok. Dindik Jatim.
  • Sebanyak 418.012 siswa dari 4.140 SMA, SMK, dan SLB di Jawa Timur terdaftar mengikuti Tes Kemampuan Akademik, dari sekitar 434.966 siswa yang terdata.

  • Dindik Jatim meminta sekolah menggelar simulasi untuk mengecek lokasi, komputer, dan kemampuan memahami soal, sekaligus menyiapkan mental serta fisik siswa.

  • SMAN 4 Surabaya menguji perangkat melalui simulasi 45 siswa, memperkuat pendampingan guru dan akademisi, serta menyiapkan TKA dalam dua sesi dan dua gelombang.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Surabaya, IDN Times - Sebanyak 418.012 siswa SMA, SMK, dan SLB di Jawa Timur (Jatim) bersiap mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA). Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim kini mematangkan persiapan dengan mendorong sekolah menggelar simulasi, mulai dari pengecekan perangkat hingga membiasakan siswa menghadapi karakter soal.

Berdasarkan data Dindik Jatim, sebanyak 4.140 SMA, SMK, dan SLB telah mendaftar TKA. Jumlah peserta yang tercatat mencapai 418.012 siswa dari total sekitar 434.966 siswa yang terdata.

Kepala Dindik Jatim Aries Agung Paewai mengatakan simulasi menjadi bagian penting untuk memastikan pelaksanaan TKA berjalan lancar. Persiapan tidak hanya menyangkut kemampuan akademik, tetapi juga kesiapan mental dan fisik siswa.

“Yang kita harapkan anak-anak bukan hanya menyiapkan bagaimana mereka belajar tentang akademik yang diujikan di TKA, tapi yang paling penting adalah kesiapan mental dan fisiknya,” ujarnya, Selasa (22/9/2026).

Simulasi dilakukan, lanjut Aries, untuk memastikan berbagai aspek teknis sekaligus membiasakan siswa menghadapi bentuk soal TKA. Sekolah diminta mengecek kesiapan tempat, perangkat komputer, hingga kemampuan siswa membaca dan memahami soal.

“Simulasinya pertama adalah tempat dan komputernya, perangkatnya. Yang kedua, bagaimana anak-anak kita membaca dan memahami isi soal-soal yang ada,” katanya.

Aries menilai kemampuan memahami karakter soal perlu dilatih sejak sebelum tes berlangsung. Variasi soal membuat siswa tidak cukup hanya mengandalkan penguasaan materi, tetapi juga harus mampu membaca, memahami, dan menentukan cara menjawab soal dengan tepat.

Dindik Jatim juga mendorong sekolah memperkuat mata pelajaran wajib dan pilihan. Untuk mata pelajaran wajib, perhatian diberikan antara lain pada Matematika, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris.

Meski demikian, Dindik Jatim tidak menetapkan satu angka sebagai target nilai seluruh siswa. Aries menegaskan setiap siswa memiliki kemampuan dan karakter berbeda sehingga capaian tidak dapat diseragamkan.

“Kita ingin anak-anak kita mencapai nilai yang maksimal. Target nilai itu berbagai macam karena karakter anak-anak kita tidak bisa disamakan,” katanya.

Di Surabaya, SMAN 4 mulai melakukan simulasi dengan melibatkan lima siswa dari setiap kelas untuk mengecek kesiapan perangkat dan pelaksanaan. Total 45 siswa mengikuti simulasi selama satu hari.

Kepala SMAN 4 Surabaya Moh Zainuri mengatakan simulasi tersebut akan menjadi bahan evaluasi sekolah untuk menentukan bagian yang masih perlu diperkuat. Sekolah juga memberikan pendampingan melalui guru serta melibatkan pihak eksternal untuk meningkatkan kesiapan siswa.

Selain itu, orang tua dilibatkan dan sekolah menghadirkan akademisi dari perguruan tinggi, di antaranya Universitas Airlangga (Unair) dan Universitas Negeri Surabaya (Unesa), untuk memberikan motivasi kepada siswa.

“Kalau kami, semua mata pelajaran diperkuat, termasuk mata pelajaran pilihan. Sekarang proses pendampingan,” kata Zainuri.

Dari sisi sarana, SMAN 4 Surabaya memastikan ketersediaan komputer mencukupi untuk pelaksanaan TKA. Dengan jumlah sekitar 300 siswa, pelaksanaan TKA di sekolah tersebut direncanakan berlangsung dalam dua sesi dan dua gelombang.

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More